Masyarakat Diimbau Melapor jika Ada yang Minta Imbalan dengan Jual Nama KPK


Lia Cikita 2018-02-07 21:36:18 Nasional 72 kali

Juru Bicara KPK Febri Diansyah merespons kasus penipuan dengan modus sebagai penyidik KPK. (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta masyarakat termasuk instansi atau lembaga  untuk melapor jika ada pihak yang meminta imbalan dengan 'menjual' nama lembaga antikorupsi tersebut.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah merespons kasus penipuan dengan modus sebagai penyidik KPK.

Kasus penipuan itu dialami saksi kasus korupsi yang menjerat Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola.

"Kalau ada orang yang mengaku dari KPK, dan minta fasilitas apalagi meminta sejumlah uang, kami pastikan bukan dari KPK, dan orang tersebut bisa dilaporkan ke penegak hukum setempat atau disampaikan ke KPK," kata Febri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Febri mengatakan, kasus semacam ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

Terkadang, modusnya dengan mengaku dari KPK. Beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya, kata Febri, sudah ada yang diproses ke penegak hukum.

"Kami ingatkan ke masyarakat jika ada yang minta fasilitas dan uang, maka silahkan dilaporkan ke kepolisian setempat atau bagian pengaduan KPK. Pasti kita akan tindaklanjuti," ujar Febri.

Sebelumnya empat pria yang mengaku penyidik KPK adalah Harry Ray Sanjaya (45) asal Depok, Abdullah (47) asal Depok, Exitamara Rumzi (48) asal Pekanbaru, dan Dasril Dusky (52) asal Jambi. Mereka bersekongkol memeras dengan modus mengaku sebagai penyidik KPK.

"Keempat tersangka ditangkap di Hotel Mercure, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 01.30," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo menjelaskan, awalnya pelapor dihubungi salah satu tersangka, Dasril.

Kepada pelapor, Dasril mengaku memiliki rekan penyidik KPK yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dialami pelapor.

Selanjutnya, pelapor tertarik dikenalkan dengan penyidik KPK yang dimaksud Dasril. Pelapor pun berangkat dari Jambi menuju Jakarta untuk menemui rekan Dasril bernama Heru.

Setelah bertemu, para tersangka meminta uang pelapor Rp 150 juta dan sudah ditransfer Rp 10 juta ke rekening tersangka atas nama Abdullah dengan dalih akan digunakan untuk biaya menyelesaikan kasus.

Pelapor yang curiga melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close