4 Lubang yang Muncul di Gunungkidul Kian Lebar, Warga Jadi Resah


Lia Cikita 2018-02-06 19:43:19 Nasional 68 kali

lubang yang kemudian diketahui sebagai fenomena tanah karst ini semakin melebar. (foto : istimewa)

Yogyakarta, Kabar28.com,  - Warga di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, resah dengan empat lubang yang berada di tengah ladang warga.

Bahkan, di beberapa titik, lubang yang kemudian diketahui sebagai fenomena tanah karst ini semakin melebar.

Salah satunya di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo. Salah satu lubang berada di lahan pertanian milik Suyatmi yang sudah ambles sejak dua bulan terakhir.

"Tanahnya ambles sejak November akhir tahun lalu saat hujan deras itu. Namun luasnya hanya sekitar lima meter, dalamnya hanya dua meter. Saat ini luasnya sudah sampai 10 meter, kedalaman sekitar lima meter," katanya saat ditemui di ladangnya Selasa (6/2/2018).

Meluasnya lubang di lahan pertanian produktif miliknya hingga kini belum ada penanganan dari pihak pemerintah. Dirinya hanya secara mandiri memasukkan tanah dan bahan lainnya.

"Tidak tahu mau diapakan lagi. Saya khawatir jika melakukan aktifitas disini karena tanahnya terus melebar meski tak begitu cepat," ucapnya.

Tak jauh dari lokasi hanya sekitar 300 an meter, lahan milik Sakino juga mengalami hal yang sama. Lubang atasnya berdiamer sekitar 1,5 meter muncul sejak seminggu terakkhir.

"Lubang atasnya hanya sekitar 1,5 meter, tetapi bawahnya lebih luas sekitar 3 meter dengan kedalaman 5 meter, baru seminggu yang lalu," ucap Sakino

Lubang serupa sebenarnya sudah pernah muncul di ladangnya, hanya sekitar dua meter dari lokasi saat ini. Lubang pertama muncul sekitar 10 tahun lalu dan sudah bisa tertutup.

"Saya tutup sendiri lama tapi menutupnya. Ya semoga pemerintah segera mengatasi karena takut juga kalau pergi ke sawah berbahaya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bedoyo, Supanto mengatakan saat ini yang tercatat ada amblasan di Dusun Pringluwang dua titik, Surubendo satu titik dan di Bulak Songjembul satu titik.

"Total ada empat titik yang mengalami amblesan di desa kami,"ucapnya.

Dia mengaku sudah mengomunikasikan dengan pihak kepolisian untuk memasang garis polisi. Ia menduga, amblesnya tanah tersebut karena pengaruh hujan yang tinggi.

"Lubangnya jauh dari pemukiman. Biasanya jika terjadi lubang akan menutup dengan sendirinya," ucapnya.

Kapolsek Ponjong Kompol Tri Pujo Santoso mengatakan, pihaknya sudah memasang garis polisi untuk menghindari warga masuk ke lokasi.

"Sudah kami pasang garis polisi untuk menghindari korban," pungkasnya.

Sumber : kompas.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close