Diduga Tilap Dana Desa Rp 300 Juta, 2 Kades di Gorontolo Dipecat


Lia Cikita 2018-02-06 16:43:17 Nasional 32 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Gorontalo, Kabar28.com,  - Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo memberhentikan sementara dua kepala desa di Kabupaten Gorontalo terkait penggunaan dana desa. Dua kades itu berdinas di Kecamatan Tibawa dan Boliohuto.

Keduanya diduga menggunakan anggaran desa hampir Rp 300 juta selama memimpin desa pada kurun 2015 hingga 2017.

"Karena ada pelanggaran jabatan, terutama dalam hal penggunaan dana desa hampir tiga tahun terjadi penyelewengan dan adanya laporan masyarakat, maka dua kepala desa tersebut dinonaktifkan," ucap Bupati Nelson di rumah dinas Bupati, Selasa (6/2/2018).

Diakui Nelson, Pemerintah Kabupaten sudah melakukan berbagai upaya, dari melakukan penyelidikan langsung hingga memberikan pembinaan dan teguran. Tetapi kedua kepala desa tersebut tidak menggubrisnya.

"Melalui inspektorat melakukan teguran selama tiga kali. Yang bersangkutan tidak melakukan perbaikan," ujar Nelson.

Dia juga menyatakan pemberhentian dimaksudkan agar dana desa tahun ini digunakan dengan baik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kedua kades menggunakan dana desa secara pribadi, bahkan sampai saat ini tidak bisa dipertanggungjawabkan," ucap mantan rektor ini.

Penonaktifan kedua kepala desa tersebut dituangkan dalam surat SK Bupati N0 91/17/II/2018.

"Saat ini jabatan kedua kades yang diberhentikan dipegang pejabat sementara Camat Tibawa dan Camat Boliohuto," tutup Nelson.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gorontalo, Nawir Tandako, penyelewengan kedua kades ini diketahui berkat laporan dari masyarakat desa tersebut.

"Ada beberapa sarana yang dibangun, uangnya habis tapi fisiknya tidak selesai. Dan paling parah, ada dana penyertaan modal untuk warga desa tapi tidak sampai ke masyarakat tersebut. Itu ditilap atau dipergunakan kepala desa," ujar Tandako.

Dia juga yakin kedua kades ini tidak bisa mempertanggungjawabkan dana desa. Pihak pemda akan menyerahkannya kepada penegak hukum, seperti kejaksaan atau kepolisian.

"Kerugian sudah ratusan juta sesuai dengan temuan inspektorat. Data keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ada di Inspektorat Kabupaten Gorontalo," tegas Tandako.

Sudah berusaha minta konfirmasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, kedua kepala desa belum bisa ditemui. 

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close