Ratusan Massa GOPK Demo Polda Sumsel, Desak JA Jadi Tersangka


Arie Perdana Putra 2018-02-05 17:40:03 Palembang 105 kali

Ratusan massa GOPK saat berorasi, (foto : Ardhy)

PALEMBANG, Kabar28.com,- Ratusan massa Gabungan Ormas Penegak Keadilan (GOPK) kembali datangi Polda Sumsel, Senin (5/1/2018).

Dengan membentangkan berbagai selebaran dan spanduk, mereka menanyakan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel perihal perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten OKU yang terjadi pada tahun 2012 lalu, yang diduga melibatkan Wakil Bupti OKU, Johan Anuar (JA).

Dalam aksinya Kordinator Aksi, Reza bersama puluhan massa meneriakkan kata-kata "Koruptor bangsat, koruptor bangsat, koruptor bangsat," kemudian massa mendesak Polda Sumsel agar JA ditetapkan sebagai tersangka kasus TPU Kabupaten OKU tersebut. "Kami datang menanyakan kepada Polda Sumsel sudah juga sejauh mana proses kasus ini berjalan," tegas Reza.

Sementara Ketua LIPPB Pradianto menuturkan, aksi hari ini mereka lakukan berdasarkan kesepakatan bersama untuk mewujudkan negara bersih dari korupsi, pihaknya meminta komitmen Polda Sumsel untuk mengusut kasus tersebut, kemudian kemarin kita membaca beberapa media terkait adanya sttement dari Polda Sumsel tentang akan terbitnya sprindik baru terkait, pengadaan lahan TPU di Kabupaten OKU tersebut.

"Kita datang hari ini kurang lebih dengan massa 150 orang dengan memberikan bunga secara simbolis bentuk cinta kasih kami pada Polda Sumsel dan bentuk dukungan kami pada Polda Sumsel, agar korupsi di Sumatera Selatan bisa diusut tuntas sampai ke akar-akarnya," tagas dia.

Terkait aksi itu, Kaur Monitor Bid Humas Polda Sumsel, Andi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Polda Sumsel untuk segera akan menyampaikan  aspirasinya. Kemudian, secara teknik pihaknya nanti akan melaporkan surat pernyataan tertulis juga kepada pimpinan.

"Insya Allah atas dukungan dari para warga masyarakat yang menyampaikan aspirasinya semoga perkara ini ada hasilnya dan bisa diterima," jelasnya.

Ratusan massa GOPK tersebut terdiri dari Sriwijaya Coruption Watch, Gerakan Pemuda Nusantara, Pengurus Besar  Front Anak Bangsa Menggugat, Lembaga Independent Pemuda Peduli. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close