Jadi Tersangka, Nyono Mundur dari Ketua Golkar dan Bupati Jombang


Lia Cikita 2018-02-04 20:48:26 Politik 90 kali

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (Foto:istimewa )

Jakarta, Kabar28.com - Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku akan mundur dari jabatan sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Selain itu, Nyono mengaku akan mundur pula dari posisi Bupati Jombang.

"Otomatis kalau saya ya harus mundur, ya DPD Golkar Jatim maupun bupati," ujar Nyono sesaat sebelum memasuki mobil tahanan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018).

"Saya ikhlas karena saya merasa bersalah itu melanggar ketentuan hukum sehingga perjalanan ini yang harus lakukan dan kita ikuti perjalanan ini," imbuh Nyono.

 

Sebelumnya, Nyono mengaku tidak tahu uang yang diterimanya melanggar aturan. Uang suap itu diterima Nyono dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Pemkab Jombang Inna Sulestyowati. Uang itu merupakan pungutan liar (pungli) dari dana kapitasi. Dana tersebut merupakan sistem mekanisme pembiayaan dalam sistem jaminan kesehatan nasional terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). 

Inna disebut KPK melakukan pungli dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Terkumpul Rp 434 juta dari pungli itu sejak Juni 2017.

"Atas dana yang terkumpul tersebut, IS (Inna Sulestyowati) menyerahkan kepada NSW sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sebelumnya.

Uang Rp 200 juta itu dimaksudkan agar Inna ditetapkan Nyono sebagai Kadinkes Pemkab Jombang definitif. Terlepas dari itu, rupanya Inna melakukan pungli lainnya yaitu terkait izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang.

Dari pungli itu, Inna menyerahkan Rp 75 juta ke Nyono. Duit itu telah dipakai Nyono sebesar Rp 50 juta untuk keperluan pembayaran iklan terkait kampanye dalam rangka maju lagi ke pilkada Bupati Jombang 2018.

Sumber :detik.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close