Guru Seni di Sampang Tewas Dianiaya Siswa, Diduga Tak Terima Ditegur


Mutiara Safitri 2018-02-02 11:27:48 Nasional 41 kali

Ilustrasi Penganiayaan (Foto : istimewa)

Surabaya, Kabar28.com,-  Perbuatan siswa yang satu ini tidak pantas ditiru. Bagaimana tidak, siswa berinisial MH yang duduk di kelas XI SMAN 1 Torjun (Smator), Kabupaten Sampang ini tega menganiaya gurunya hingga tewas. Korban bernama Ahmad Budi Cahyono. Guru mata pelajaran seni rupa ini tewas setelah sempat mendapat perawatan di RSU Dr Soetomo, Surabaya.

Polisi sudah mengamankan pelaku. "Yang bersangkutan sudah menyerahkan diri. Sekarang berada di Mapolres Sampang untuk diperiksa," terang Kasat Reskrim Polres Sampang, Hery Kusnanto, Jumat (2/2/2018).

Menurut Hery, siswa tersebut diantar keluarganya ke kantor polisi. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui latar belakang penganiayaan ini.

Berdasarkan informasi, peristiwa memilukan ini berawal ketika Budi sedang mengajar di kelas dengan materi seni lukis pada 1 Februari 2018. Pada saat jam pelajaran, siswa MH tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret lukisan mereka.

Budi lantas menegur MH namun tidak dihiraukan MH yang malah makin berulah dengan mengganggu teman-temannya. Budi akhirnya memberi hukuman dengan mencoret pipi MH dengan cat lukis. MH yang tidak terima lantas memukul Budi. Aksi tak terpuji itu kemudian dilerai oleh siswa dan para guru yang lain.

Budi kemudian dibawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya kepada kepala sekolah (kepsek). Tak melihat adanya luka di tubuh dan wajah korban, kepsek mempersilahkan Budi pulang lebih awal. Kepsek kemudian mendapat kabar dari keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah, guru seni itu tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Namun selang beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma), dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.

Kondisi Guru GTT Smator ini sangat kritis dan didiagnosa oleh dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi.

Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu, karena kondisi guru tersebut yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan. Pukul 21.40 WIB Budi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close