Kepala BNPT Sebut Densus 88 Telah Pantau Pergerakan Teroris Banyumas ?


Lia Cikita 2018-02-01 17:35:40 Nasional 85 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)‎ Suhardi Alius memastikan Densus 88 Antiteror telah memantau pergerakan tiga terduga teroris di Kota Temanggung, Jawa Tengah.

Ketiganya adalah Waluyo alias Ageng, Lukman alias Toro dan Zaenal. Selanjutnya, Tim Densus 88 Antiteror berhasil melakukan pengembangan dengan kembali menangkap seorang terduga teroris lainnya atas nama Sidik di Kota Banyumas‎.

"Yah tentunya tidak tiba-tiba dong," kata Suhardi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).‎

Menurut Suhadri, Densus 88 Antiteror telah bergerak cepat dengan menggaruk keempat terduga teroris tersebut. Ia berharap, masyarakat terus memberikan kesempatan kepada Polri untuk ‎menangkap seluruh terduga teroris yang berafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia itu.‎ ‎

"Itu kan betul-betul pekerjaan dari teman-teman Densus 88 mencoba untuk mendeteksi itu semuanya, berikan kesempatan teman-teman sekalian dari Densus sedang mengembangkan mungkin ada jaringan lain dan sebagainya," jelasnya.

Lebih jauh, mantan Kabareskrim Polri itu enggan mengomentari secara detail tentang jaringan kelompok teroris JAD di Indonesia. "‎Yah nanti (saja). Kita tidak bisa memberikan langsung statement kalau belum ada pemeriksaan dan sebagainya," tukasnya.‎

Seperti diketahui, pada hari ini ‎Tim Densus 88 Antiteror melakukan operasi penangkapan di dua kota di Jawa Tengah, Banyumas dan Temanggung. Empat orang berhasil diamankan Polri dalam operasi tersebut.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, dua unit handphone, enam flashdisk, satu dompet, satu buku panduan, satu buku penjelasan pembatalan keislaman, dua Majalah Arroyan, satu buku zikir, uang tunai Rp28 juta, dan dua ATM.‎

‎Sementara itu, untuk terduga teroris Sidik memiliki rekam jajak yang cukup berbahaya dalam sejumlah aksi teror di Indonesia. ‎Pasalnya, Sidik diketahui memiliki koneksi langsung dari kelompok teroris JAD yang terlibat dalam aksi bom Thamrin di awal tahun 2016 dan pada juga berhasil melakukan pemboman rumah ibadah di Samarinda pada tahun yang sama.

Tak sampai di situ, berdasarkan keterangan Mabes Polri Sidik juga diketahui juga berperan dalam menyeludupkan senjata dari Filipina ke Indonesia.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close