Terduga Teroris di Banyumas Selundupkan Senjata dari Filipina ke Indonesia


Lia Cikita 2018-02-01 16:28:10 Nasional 110 kali

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal. (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Sidik, terduga teroris di Banyumas, Jawa Tengah diduga terlibat dalam kelompok Suryadi Mas’ud yang memiliki koneksi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pelaku diduga memiliki peran penting dalam kelompok tersebut.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Sidik berperan menyelundupkan senjata dari Filipina ke Indonesia.

"Menyembunyikan dan memfasilitasi penyelundupan senjata dari Filipina," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).

Suryadi Mas'ud sendiri tercatat pernah terlibat dalam aksi terorisme di tanah air seperti bom Thamrin 2016 dan pemboman gereja di Samarinda 2016. Sedangkan Sidik adalah DPO kepolisian selama satu tahun.

Selain itu, kata Iqbal, pelaku juga telah membantu memberangkatkan secara ilegal salah satu kelompok Suryadi Mas’ud yang masih dicari oleh kepolisian, yakni Ageng Nugroho ke Filipina. "Memfasilitasi dan mendanai kelompok teroris Ageng Nugroho untuk berangkat ke Filipina Selatan," tutur Iqbal.

Tim Densus 88 Antiteror hari ini melakukan operasi penangkapan di dua kota di Jawa Tengah, Banyumas dan Temanggung. Untuk Banyumas, Densus mengamankan satu orang atas nama Sidik. Sedangkan, di Kota Temanggung, polisi menangkap tiga orang terduga teroris. Mereka adalah, Waluyo alias Ageng, Lukman alias Toro dan Zaenal.

Dalam operasi itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, dua unit handphone, enam flashdisk, satu dompet, satu buku panduan, satu buku penjelasan pembatalan keislaman, dua Majalah Arroyan, satu buku zikir, uang tunai Rp28 juta, dan dua ATM.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close