Miris, Ratusan Pelajar SMA 2 Abab Belajar Lesehan


Arie Perdana Putra 2018-01-29 19:01:10 Pendidikan 68 kali

Pelajar SMA 2 Abab belajar sambil lesehan

TALANG UBI, Kabar28.com,- Pelajar SMAN 2 Abab, di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI terpaksa belajar sambil lesehan. Hal ini akibat kurangnya sarana fasilitas untuk proses belajar mengajar seperti kursi dan meja.

Sekolah yang baru beroperasi selama dua tahun tersebut, hanya memiliki tiga ruang kelas dan belum dilengkapi dengan kursi serta meja, sehingga 220 murid terpaksa bergantian belajar dengan cara lesehan.

Kepala SMAN 2 Abab, Iskandar mengaku kalau pihaknya telah mengajukan bantuan mobiler ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

"Seperti inilah proses belajar mengajar di sekolah kami, karena hanya ada tiga ruang kelas tanpa dilengkapi kursi dan meja belajar," ungkapnya, Senin (29/01/2018).

Iskandar juga menyampaikan, untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, pihaknya bersama warga telah bergotong royong membuat ruang belajar darurat dari tiang kayu dan atap terpal. Sedangkan untuk kursi, pihaknya meminjam dari Sekolah Dasar (SD) terdekat. 

"Maka dari itu, kami minta kepada Disdik Sumsel untuk segera merealisasikan bantuan mobiler yang telah kami diajukan tersebut," ujarnya.

Terkait hal ini, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten PALI, Zainul, meminta Pemkab PALI untuk ikut mengatasi persoalan yang terjadi di SMAN 2 Abab.

"Memang pengelolaan SMA dikembalikan ke Pemprov Sumsel melalui Disdik Provinsi Sumsel, namun dari keterangan bagian sarana prasarana Disdik Provinsi, Pemkab juga bisa membantu penyediaan mobiler, kalau ada anggaran. Untuk itu, kami berharap dari Pemkab juga ikut berpartisipasi membantu permasalahan ini, agar dunia pendidikan di PALI bisa berjalan lancar," ungkapnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan PALI, Kamriadi berharap, agar Kepala Sekolah terkait harus bijak dalam mengatasi permasalahan yang ada. Karena, kata dia, bantuan mobiler sekolah telah dianggarkan dalam tahun ini. 

"Sudah kami sampaikan ke Disdik Provinsi Sumsel, agar SMAN 2 Abab dibantu, karena Pemkab PALI telah membantu hibah bangunan tiga ruang belajar. Dan agar masalah ini tidak berkembang, kami akan pinjamkan mobiler ke sekolah lain di sekitar SMAN 2 Abab, sambil menunggu pengadaan mobiler yang sudah dianggarkan tahun ini terealisasi," jelasnya.

Kamriadi mengaku, telah menyarankan kepada Kepala SMAN 2 Abab, untuk meminjam ruangan belajar ke sekolah lain. Namun, mungkin karena tidak sabar, warga akhirnya bergotong royong membangun ruang belajar darurat. 

"Sudah kami sarankan agar bersabar, dan kursi serta meja kami arahkan pinjam terlebih dahulu, apabila masih kurang, silahkan koordinasi dengan kami. Memang anggaran pembanguan fisik ruang belajar dibuat terpisah dengan anggaran penyediaan mobiler," terangnya sereya meminta warga bersabar, dalam waktu satu minggu ini pihaknya memastikan kalau siswa di SMAN 2 Abab tidak lagi belajar sambil lesehan. (man)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close