37 Orang Tewas, Instalasi Kebakaran Rumah Sakit di Korsel Tidak Memadai


Lia Cikita 2018-01-26 20:48:02 Internasional 84 kali

Rumah Sakit Sejong diketahui tidak memiliki instalasi pencegah kebakaran yang memadai (Foto: istimewa)

Miryang, Kabar28.com,  – Kota Miryang, Korea Selatan, berduka akibat musibah kebakaran yang terjadi di sebuah rumah sakit hingga menewaskan 37 orang dan melukai 140 orang lainnya. Wali Kota Miryang, Park Il-ho mengatakan, seluruh masyarakat bahkan semua warga Korea Selatan berduka atas insiden tersebut.

“Terlalu banyak nyawa yang dikorbankan dan masyarakat kota kami, dan juga seluruh negara, merasakan sedih yang begitu mendalam,” ujar Park Il-ho, mengutip dari Reuters, Jumat (26/1/2018).

Seorang pejabat Kota Miryang menuturkan, banyak pasien yang harus berjalan melewati api dan asap untuk melarikan diri dari Rumah Sakit Sejong, termasuk pintu keluar utama yang berada di lantai satu. Sementara pasien yang berada di lantai atas harus berlari menggunakan tangga dan perosotan plastik dan pemadam kebakaran menggendong mereka yang tidak bisa berjalan.

“Saya melihat beberapa orang pasien lanjut usia (lansia) berebut keluar dari jendela dan berteriak minta tolong,” ujar seorang saksi mata bernama Woo Young-min.

Istana Kepresidenan, Gedung Biru, sempat mengatakan jumlah korban tewas sedikitnya 41 orang. Namun, jumlah tersebut direvisi menjadi 37 orang sesuai penuturan kepala regu pemadam kebakaran Miryang, sebuah kota yang dihuni oleh 108 ribu penduduk.

Regu pemadam kebakaran memasang daftar nama 26 orang korban yang berhasil diidentifikasi. Korban diketahui berusia 34-96 tahun di mana jumlah paling banyak berusia 70 tahun ke atas. Keluarga korban saling berebut melihat daftar nama tersebut untuk memastikan tidak ada nama kerabatnya.

Direktur Rumah Sakit Sejong, Song Byeong-cheol menuturkan, sedikitnya ada 177 orang pasien saat kejadian. Tiga dari sembilan orang staf rumah sakit yang bekerja saat kebakaran tersebut meninggal dunia. Satu orang dokter, seorang perawat, dan asisten perawat, semuanya tewas di lantai dua.

Song mengakui jika rumah sakit yang terdiri dari enam lantai tersebut tidak memiliki sistem sprinkler yang memadai karena tidak cukup besar dan sesuai hukum yang berlaku tidak perlu memasang sistem tersebut. Sistem sprinkler merupakan standar minimal dari instalasi penanggulangan bahaya kebakaran pada gedung bertingkat dan bangunan lainnya.

Sang direktur memastikan pihaknya akan memasang sistem tersebut pada pekan depan. Sementara Menteri Kesehatan Park Neung-hoo menyatakan pemerintah akan mempertimbangkan amandemen terhadap aturan tersebut. Berdasarkan peraturan Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan yang diterbitkan Desember 2016, setiap bangunan yang memiliki enam lantai atau lebih diimbau memasang sistem sprinkler sebagai antisipasi kebakaran.

sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close