Anak Meranjat Raih Nilai Tertinggi IGCSE


Arie Perdana Putra 2018-01-26 07:30:21 Pendidikan 302 kali

Kepala SMAN Sumsel berikan penghargaan

PALEMBANG, Kabar28.com,- Muhammad Shiqo Filla siswa kelas XI jurusan IPA Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi siswa terbaik yang meraih nilai tertinggi dalam International General Certificate for Secondary Education (IGCSE) tahun 2017, setelah berhasil mengantongi skor 99 pelajaran matematika dan fisika. 

Atas prestasi itu siswa kelahiran Meranjat, 18 April 2002 ini mendapatkan penghargaan dari SMAN Sumsel berupa sertifikat, medali dan cinderamata. Selain itu, pemuda ini juga kemungkinan besar akan mendapatkan penghargaan dari Cambridge Indonesia di Jakarta dalam jangka waktu dekat.

Kepala SMAN Sumsel, Muhammad Ridwan Aziz mengatakan, nilai yang diraih Muhammad Shiqo berhasil memecahkan rekor baru sebagai Cambridge International Examination (CIE) Center (Pusat Kurikulum Cambridge) di wilayah Sumsel dengan nilai sempurna A bintang dengan skor 99 pada pelajaran matematika dan fisika dalam ujian IGCSE.

“Kita sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Shiqo Filla. Ujiannya tersebut diikuti 73 peserta dari SMAN Sumsel yang dilakukan pada 24 Oktober - 13 November 2017 lalu. Pengumumannya dibuka Senin, 22 Januari 2018 lalu,” ungkapnya.

Ditambahkan Ridwan, rentang nilai pada ujian IGCSE dimulai dari yang tertinggi adalah A bintang hingga yang terendah nilai E. Dari 73 siswa yang ikut tersebut, ada empat siswa dari empat pelajaran.

Untuk pelajaran matematika dan fisika, diraih Muhammad Shiqo, sedangkan untuk pelajaran biologi diraih Ari Aryani dan pelajaran kimia diraih Marthin Agustin Hutauruk.

“Selain memberikan penghargaan kepada Shiqo, kita juga memberikan penghargaan kepada guru matematika IGCSE SMAN Sumsel, Adi Purwanto sebagai apresiasi kepada guru matematika karena telah berhasil mengantarkan siswa meraih nilai tertinggi,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Shiqo bercerita, jika dirinya anak pertama dari empat bersaudara pasangan Bapak Romli dan Ibu Ernani. Ayahnya bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya guru Taman Kanak-kanak (TK). Dia mengaku telah menyenangi pelajaran matematika sejak kecil hingga sekarang.

“Saya sangat bahagia ketika tahu jika saya mendapatkan nilai A bintang dan menjadi siswa nilai tertinggi. Hal ini tidak lepas dari usaha dan doa yang telah dilakukan, saya juga selalu memotivasi diri untuk selalu menguasai materi yang saya peroleh,” ceritanya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Shiqo juga berbagi tips khusus mengenai cara belajar matematika. Kuncinya berusaha memahami rumus-rumus sebelum berlatih soal, itu menjadi cara jitu yang dilakukannya.

“Saya mencari berbagai tipe soal yang berbeda sebanyak mungkin agar semakin paham. Itulah salah satu cara yang sering saya dilakukan agar terbiasa dengan soal-soal Matematika,” tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close