Surplus, Warga OKI Nikmati Beras dari Sawah Sendiri


Arie Perdana Putra 2018-01-18 17:15:18 Ogan Komering Ilir 109 kali

Pengukuhan Forum Komunikasi Sahabat Tani OKI, (foto : ist)

KAYUAGUNG, Kabar28.com,- Di tengah polemik rencana impor beras nasional, Ogan Komering Ilir justru surplus beras.

?B?eras hasil petani lokal OKI juga akan disuplai ke daerah lain.

"Total konsumsi beras penduduk Kabupaten OKI sebesar 97.03 ton per tahun atau sekitar 8,08 ton per bulan. Hitung-hitungannya kita mampu surplus sebesar 361.674 ton," ungkap Bupati OKI, H. Iskandar saat mengukuhkan Forum Sahabat Tani Kabupaten Ogan Komering Ilir di GOR Perahu Kajang Kayuagung, Kamis (18/1/2018).

Beras petani ini menurut Iskandar akan dikirim untuk menyuplai daerah lain.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Syarifuddin menjelaskan, produksi Padi Kabupaten OKI tahun 2017 tercatat sebesar 764.508 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau jika di konversi menjadi beras menjadi sebanyak 458.705 ton.

“Panen Desember 2017 seluas 25.250 Ha dengan produksi mencapai 764 ton” jelasnya.

Dikatakan Syarifudin ketersediaan akan bertambah mengingat pertengahan Februari 2018 hingga Maret di OKI akan memasuki masa panen raya.

“Jadi stok aman bahkan bisa suplai daerah lain” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) OKI tetap stabil kenaikannya hanya berkisar Rp 500 dari Rp 9.500 ke Rp 10.000,-

“Ada kenaikan harga beras besaran Rp 500 dari minggu lalu," ungkap Sudiyanto.

Sudiyanto mengatakan ketersedian stok beras di Dolog OKI hingga kini mencapai 327.642 ton. Beras ini didatangkan dari petani lokal imbuhnya.

Dorong Korporasi Kelompok Tani

Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE juga mendorong upaya memperkuat kelembagaan kelompok tani untuk menjadi korporasi petani.

Diungkapkan Iskandar dengan besarnya jumlah petani di OKI saat ini sangat diperlukan kelembagaan petani yang profesional.

"Sahabat tani sebenarnya kelompok petani besar, dari kelompok tani nanti dikorporasikan menjadi kelompok petani besar. Kelembagaannya diperkuat," ujar Iskandar.

Iskandar juga menjelaskan, dengan terbentuknya korporasi petani secara profesional maka petani bisa menurunkan biaya operasional dan meningkatkan keuntungannya.

“Yang namanya menyiapkan pupuk bisa dilakukan sendiri, bisa membuat pabrik pupuk dalam skala petani bahkan dari sisi panen dan penggilingan, agar dikerjakan bersama-sama, memiliki rice mil unit sendiri yang modern sehingga kita tidak kehilangan biaya produksi pasca panen” Jelasnya.

Bahkan menurut Iskandar melalui kebersamaan dan kegotong royongan kelompok tani bisa memiliki industri kemasan, karena mesinnya juga tidak mahal.

“Kalau pengolahannya baik, Beras petani bisa masuk Pasar Modern. harganya bisa naik lagi, keuntungannya bisa sampai 20 persen hanya gara-gara di packaging dengan baik, diberi merk, dikemas yang baik” jelas Iskandar.

Pemerintah Kabupaten OKI menurut Iskandar akan terus berkomitmen untuk memperhatikan petani, termasuk turut membantu, memfasilitasi peningkatan produksi dan pasca panen. (rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close