BPRD DKI Akan Satroni Rumah Para Penunggak Pajak Mobil Mewah


Lia Cikita 2018-01-17 21:52:33 Ekonomi 61 kali

Gubernur Anies Baswedan menunjukkan kendaraan mewah harus membayar pajak. (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang gencar-gencarnya mengejar pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Guna merealisasikan keinginan itu, Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta akan mendatangi satu per satu rumah para penunggak pajak tersebut.

Salah satu targetnya adalah para penunggak pajak mobil atau kendaraan mewah. Diketahui, pajak yang tertunggak dari sektor ini mencapai puluhan miliar rupiah.

"Kami punya target sampai dengan akhir bulan yang belum (bayar pajak tahun 2017). Lalu kami akan mendatangi, door to door, dengan Ditlantas Polda," kata Kepala BPRD DKI Jakarta Edi Sumantri di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Rabu (17/1/2018).

Apabila mereka tidak juga melakukan pembayaran pajak, kata Edi, pihaknya akan membeberkan identitasnya ke masyarakat melalui media massa. Edi mengatakan, pihaknya bakal menyatroni rumah para penunggak pajak sekira awal Februari 2018.

"Yang belum melakukan pembayaran akan kita ekspose satu per satu melalui media. Mungkin di awal Februari, kita akan melakukan kegiatan door to door," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan total tunggakan pajak mobil atau kendaraan mewah yang ada di Ibu Kota. Jumlah itu amat fantastis, yakni nilainya mencapai Rp44,9 miliar.

Anies menuturkan, rincian detail kendaraan pribadi yang menunggak sebanyak 744 mobil dengan nilai pajak mencapai Rp26,1 miliar. Sisa dari tunggakan itu berasal dari perusahaan dengan nilai Rp18,8 miliar.

"Total kendaraan roda empat yang aktif 2.935.000 kendaraan. Lalu yang belum membayar pajak sebanyak 1.052.000. Jadi ada 1 juta kendaraan roda empat atau lebih di Jakarta yang belum bayar pajak tahun 2017," ungkap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close