Sumbangan Dibekukan AS, Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina Lakukan Ini


Lia Cikita 2018-01-17 19:29:34 Internasional 35 kali

Pengungsi Palestina di Yarmuk, Suriah selatan(AP) (Foto : istimewa)

New York, Kabar28.com, - Badan PBB  yang mengurusi masalah Pengungsi Paleestina, UNRWA, mengumumkan tengah mencari cara untuk mengatasi kekurangan anggaran mereka.

Pernyataan tersebut diumumkan setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah membekukan dana 65 juta dolar AS, atau sekitar Rp 865 miliar.

Dari 125 juta dolar AS, sekitar Rp 1,6 triliun yang dianggarkan, Negeri Paman Sam baru mengirim 60 juta dolar AS, atau Rp 800,3 miliar.

Sementara pada 2016, AS dilaporkan menyumbang sebesar 355 juta dolar AS, atau Rp 4,7 triliun.

Pembekuan itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengeluhkan AS membayar program pengungsi Palestina tanpa menerima apresiasi maupun hormat.

"Mereka (Palestina) tidak berniat untuk membicarakan proses perdamaian dengan Israel. Jadi, mengapa kami harus menyumbang besar untuk mereka?" kecam Trump di Twitter.

Dikutip dari The Times of Israel Rabu (17/1/2018), Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Krahenbuhl, berniat menggalang dana lewat komunitas internasional.

Kranhebuhl menyatakan, penggalangan tersebut diperlukan untuk memastikan UNRWA tetap beroperasi sepanjang 2018.

Dia menjelaskan, terdapat 700 sekolah yang menampung 525.000 anak-anak pengungsi.

UNRWA juga mempunyai rumah sakit, dan fasilitas kemanusiaan lainnya di Suriah, Lebanon, Jordania, maupun Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Krahenbuhl menyatakan, jika UNRWA sampai kekurangan dana, maka masa depan organisasi dan para pengungsi Palestina bakal terancam.

"Jadi, dalam beberapa hari mendatang, saya akan meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk memastikan organisasi ini berjalan seterusnya," tegas Krahenbuhl.

Krahenbuhl berujar, program pengalangan dana tidak hanya menyasar negara donor yang ada di kawasan Timur Tengah.

"Namun juga setiap masyarakat di segala penjuru Bumi yang peduli dengan nasib pengungsi Palestina," kata Krahenbuhl.

Sementara itu, juru bicara UNRWA, Chris Gunnes menuturkan, dana 60 juta dolar yang diberikan AS masih cukup untuk menggelar sekolah maupun rumah sakit.

"Namun yang pasti, kami menghadapi krisis anggaran sepanjang sejarah berdirinya UNRWA," ujar Gunnes dikutip kantor berita.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close