Bantu Repatriasi Rohingya, Jepang Berikan Bantuan Rp40 Miliar untuk Myanmar


Lia Cikita 2018-01-12 16:47:52 Internasional 91 kali

Pengungsi Rohingya (Foto : istimewa)

Naipyidaw, Kabar28.com,  - Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono mendesak Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk menjamin keselamatan warga etnis Rohingya yang secara sukarela kembali ke negara itu setelah melarikan diri dari kekerasan yang  terjadi di Rakhine. Pemerintah Jepang bahkan berjanji untuk memberikan bantuan dana untuk membantu terjadinya repatriasi tersebut.


Di tengah kunjungan Menlu Kono ke Myanmar, Pemerintah Jepang mengumumkan akan menggelontorkan USD3 juta (sekira Rp40.098.000.000) kepada Pemerintah Myanmar untuk memfasilitasi repatriasi pengungsi Rohingya. 

Myanmar sendiri telah menandatangani perjanjian repatriasi dengan Bangladesh pada November 2017 dan akan memulai proses repatriasi pada 23 Januari. Namun, sampai saat ini, jumlah pengungsi dan cakupan repatriasi yang termasuk dalam perjanjian itu masih belum jelas. 

"Kami telah memutuskan untuk memberikan bantuan tersebut sebagai tanggapan atas kesepakatan antara Myanmar dan Bangladesh untuk mewakili pesan dukungan komunitas internasional sehingga repatriasi dapat dilakukan segera," demikian disampaikan Pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang Shinobu Yamaguchi sebagaimana dilansir ABC News, Jumat (12/1/2018). 

Dalam kunjungannya ke Myanmar, Menlu Kono juga meminta kepada Suu Kyi agar akses bagi bantuan kemanusiaan dan media ke daerah yang terpengaruh konflik, tempat pemukiman bagi warga Rohingya yang kembali. Kono juga meminta Myanmar untuk mengimplementasikan rekomendasi yang dibuat oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan. 

Selain bantuan sebesar USD3 juta tersebut, Kono mengatakan Pemerintah Jepang berencana untuk memberikan bantuan tambahan sebesar USD20 juta (Rp267.320.000.000) untuk meningkatkan kondisi kemanusiaan di Rakhine. 

Pemerintah Jepang akan memonitor bagaimana proses repatriasi akan berjalan. Dana sumbangan akan diberikan secara berjangka bergantung pada perkembangan dari proses repatriasi tersebut.

Media pemerintah Myanmar pada Rabu, 11 Januari melaporkan pihak berwenang telah memulai pembangunan untuk mengakomodasi warga Rohingya yang kembali dari Bangladesh di Rakhine utara. Lokasi itu akan menjadi tempat penampungan sementara bagi para pengungsi setelah kewarganegaraan mereka diperiksa.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close