Eks Panitera PN Jaksel Didakwa Terima Suap Rp425 Juta


Mutiara Safitri 2018-01-11 15:42:24 Nasional 51 kali

Tarmidzi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,-   Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Tarmizi didakwa menerima suap sebesar Rp425 juta dari PT Aquamarine Divine Inspection (PT ADI). Suap tersebut diduga untuk mempengaruhi Hakim menolak gugatan perkara yang diajukan oleh Eastern Jason Fabrication Service Pte.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dody Sukmono saat membacakan surat dakwaan Tarmizi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat. Kata Jaksa Dody, uang dari PT ADI untuk Tarmizi diberikan lewat seorang pengacara, Akhmad Zaini.

"Agar terdakwa Tarmizi selaku panitera pengganti dapat menjadi penghubung dan memberikan akses kepada pihak yang berperkara atau kuasanya dengan majelis hakim yang me‎nyidangkan perkara," kata Jaksa Dody, Kamis (11/1/2018).

Jaksa membeberkan, uang suap tersebut awalnya berasal dari Direktur Utama PT ADI, Yunus Nafik yang kemudian memerintahkan agar pengacara perusahaannya, Akhmad Zaini untuk mengurus segala keperluan pemulusan penolakan perkara perdata yang diajukan Eastern Jason.

"Akhmad Zaini menemui Yunus Nafik di Perumahan Delta Sari Sidoarjo, untuk menyampaikan permintaan dari terdakwa agar segera direalisasikannya uang sejumlah Rp400 juta," ungkapnya.

Selain uang Rp400 Juta itu, kata Jaksa, Tarmizi telah menerima uang sebesar Rp25 juta dari Akhmad Zaini sebagai tanda jadi. Uang tersebut diberikan bertepatan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2017, lalu.

Tak hanya itu, Akhmad Zaini juga memfasilitasi beberapa kebutuhan Tarmizi selama berkunjung ke daerah Jawa Timur. ‎Tarmizi dan keluarganya diberikan fasilitas berupa hotel mewah, biaya transportasi, dan oleh-oleh sebagai kado liburannya di Jawa Timur.

"Bahwa pemberian uang yang seluruhnya berjumlah Rp425 juta, serta pemberian fasilitas penginapan dan transportasi kepada terdakwa (Tarmizi) diberikan pada saat liburan di Surabay‎a sejumlah Rp9,5 juta," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Tarmizi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close