Sempat Naik, Harga Getah Karet Kembali Turun


Arie Perdana Putra 2018-01-09 16:40:11 Ogan Komering Ulu Timur 297 kali

Ilustrasi

MARTAPURA, Kabar28.com,- Beberapa bulan terakhir harga getah karet sempat naik. Namun, kenaikan getah karet itu tidak berlangsung lama, beberapa minggu terakhir harga getah karet kembali turun terutama di Kabupaten OKU Timur.

Sebelumnya harga karet sempat menyentuh angka Rp10 ribu per kilogram, sekarang harganya turun lagi di angka Rp9 ribu perkilogram. Turunnya harga karet ini tentu membuat petani merugi, karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan biaya operasional.

Salah satu pengepul dan juga pemilik kebun karet, Untung Harmono warga Desa Margotani 1, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur mengatakan, harga karet sejak satu bulan terakhir turun dari Rp10 ribu menjadi Rp9 ribu per kilogram.

“Padahal produksi getah karet saat ini sedang bagus, dalam satu bidang kebun bisa menghasilkan 50 kilogram getah karet. Tetapi sayangnya harganya yang terus merosot,” ungkapnya.

Penyebab turunnya harga karet ini tidak ketahui secara pasti apa penyebabnya. Produksi karet di Desa Margotani I dan Desa Margotani 2, Kecamatan Buay Madang setiap bulan bisa mencapai 300 ton per bulan.

“Selama ini komoditi karet merupakan salah satu andalan penghasilan petani, turunya harga karet ini tentu membuat petani harus merugi,” tambahnya.

Ditambahkan Tugimin, salah seorang petani karet di Martapura, bahwa harga karet yang terus turun tentu berdampak juga pada penghasilan keluarga yang akhirnya membuat daya beli turun.

“Sekarang harga karet turun, sedangkan padi belum panen karena baru masuk musim tanam, sehingga beban kita semakin berat,” ujarnya.

Dia berharap agar pemerintah mencarikan solusi agar petani tidak semakin terhimpit dengan kondisi yang terjadi saat ini. Karena jika dibandingkan dengan harga beras harga karet sekarang lebih rendah.

Sebagai petani dia hanya mengandalkan hasil kebun dan sawah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “ Kalau harga karet naik, kita bisa menabung, tapi sekarang untuk mencukupi biaya hidup sehari hari saja sulit,” pungkasnya. (app/rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close