Bupat Abul Latif Terjaring OTT, ASN di Hulu Sungai Tengah Terlambat Menikmati Gaji Pertama di 2018


Lia Cikita 2018-01-06 10:56:48 Nasional 61 kali

Bupati Hulu Sungai Tengah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK Abdul Latif (kedua kanan) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (5/1/2018). KPK menetapkan empat orang tersangka dengan Commitment fee sebesar Rp 3,6 Miliar yang diduga sebagai uang suap pembangunan RSUD Damanhuri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (Foto: istimewa)

Barabai, Kabar28.com - Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), HA Chairansyah, mengakui dijemputnya Bupati Abdul Latif oleh KPK, Kamis (4/1/2018), berdampak pada gaji Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemkab HST.

“Harusnya gaji dibayarkan hari ini, Jumat (5/1). Karena Bupati dibawa KPK ke Jakarta, gaji itu tak bisa dibayarkan, karena SK perintah pembayaran belum sempat ditandatangani Bupati,” ujarnya, Jumat (5/1/2017).

Chairansyah menjelaskan, seperti biasa, tiap pergantian tahun, atau awal tahun, terjadi keterlambatan dalam membayarkan gaji pegawai pada semua daerah, karena masalah pengesahan APBD 2018. “Biasanya paling lambat hari kelima awal tahun, gaji sudah bisa dibayarkan,” ujarnya.

SK perintah pembayaran oleh bupati, kata Chairansyah, sebenarnya sudah disiapkan bagian keuangan.

“Rencana Kamis kemarin siap diberikan kepada bupati untuk ditandatangani.Namun, saat hendak mengantar surat tersebut, KPK keburu datang,” ujarnya.

Sumber: tribunnews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close