PBB Klaim Lebih dari Separuh Pengungsi Irak Sudah Dipulangkan


Lia Cikita 2018-01-05 21:12:12 Nasional 84 kali

Anak-anak Irak berjalan melewati reruntuhan bangunan yang hancur akibat peperangan melawan ISIS.(Foto : istimewa)

Baghdad, Kabar28.com - Organisasi Migran Internasional (IOM) yang ada di bawah PBB, menyampaikan pada Kamis (4/1/2018), lebih dari separuh warga Irak yang mengungsi ke negara lain akibat konflik kini telah kembali ke rumah mereka.

Data dari IOM, hingga akhir Desember 2017, lebih dari 3,2 juta pengungsi Irak sudah kembali ke kampung halaman mereka, sementara 2,6 juta lainnya yang masih berada di pengungsian.

Jutaan warga Irak meninggalkan rumah mereka menuju ke tempat yang lebih aman selama terjadinya konflik dan peperangan, salah satunya melawan kelompok teroris ISIS.

Pasukan Irak dengan dibantu koalisi AS berhasil menekan dan merebut kembali wilayah luas yang dikuasai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah itu.

Dan pada Desember 2017, Baghdad mendeklarasikan kemenangan atas ISIS setelah tiga tahun berperang melawan kelompok yang dibentuk pada 2014 itu. Ribuan anggota ISIS yang tersisa melarikan diri ke sejumlah negara.

Puluhan ribu warga yang mengungsi pun mulai kembali ke rumah masing-masing.

"Pengambilalihan kembali wilayah oleh pasukan Irak sangat penting, salah satunya menunjukkan peningkatan keamanan, kata pejabat komunikasi IOM, Sandra Black dikutip AFP.

Dilaporkan, hampir sepertiga warga Irak yang mengungsi kembali dan menemukan rumah mereka dalam kondisi rusak bahkan hancur.

Sementara 60 persen lainnya lebih beruntung karena masih bisa menempati tempat tinggal lama mereka meski terdapat kerusakan di sejumlah tempat.

Dampak peperangan juga telah merusak sejumlah infrastruktur, dengan beberapa permukiman dilaporkan tanpa pasokan air bahkan listrik.Lebih dari satu juta warga Irak yang mengungsi telah kembali ke kampung halaman mereka di barat provinsi Anbar, di mana pasukan tentara mengusir para pejuang ISIS akhir tahun lalu.Lebih dari sepertiga dari mereka yang mengungsi berada di provinsi Nineveh, setelah puluhan ribu melarikan diri dari kota Mosul selama upaya merebut kembali kota itu dari pendudukan ISIS.

 

 

Sumber : Kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close