Kurangi Risiko Kematian saat Melahirkan, Ini Pentingnya Lakukan Perencanaan Kehamilan


Lia Cikita 2018-01-04 19:40:34 Kesehatan 64 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Kabar28.com,  - Angka kematian wanita yang disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan cukup tinggi. Pada 2013, angkanya menyentuh 800.

Hampir 99% dari kematian ini terjadi di negara berkembang dan hampir keseluruhan kasus tersebut dapat dihindari apabila ada intervensi tenaga kesehatan dan akses tersedia. Kendala utamanya adalah tidak adanya akses terhadap perawatan ibu hamil yang berkualitas sebelum, selama masa kehamilan, dan pascamelahirkan. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sepanjang 2014 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 5.048 kasus, pada 2015 berkurang menjadi 897 kasus, dan pada 2016 ada 4.834 kasus.

Penyebab tertinggi kematian ibu pada 2016 yaitu 32% diakibatkan perdarahan, sementara 26% diakibatkan hipertensi yang menyebabkan terjadinya kejang dan keracunan kehamilan sehingga menyebabkan ibu meninggal. Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr Eni Gustina MPH mengatakan, beberapa kasus kematian ibu dan bayi pada masa kehamilan dan proses melahirkan dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat, gaya hidup sehat, dan deteksi dini pada kehamilan berisiko.

“Penyebab utama kematian ibu di antaranya perdarahan berat (hemoragik), keracunan kehamilan (preeklamsia), infeksi (sepsis). Sementara penyebab utama kematian bayi adalah bayi dengan berat lahir rendah di bawah 2.500 gram, asfiksia/sesak napas, dan infeksi,” ucap Dr Eni dalam Diskusi Kesehatan Philips Indonesia, Jaga Kehamilan untuk Generasi yang Lebih Sehat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, sudah ada upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini, seperti mempersiapkan fasilitas kesehatan puskesmas, faskes 1, rumah sakit yang berdampak pada penurunan angka kematian ibu, dan memberikan keterampilan bagi para tenaga kesehatan untuk menangani ibu melahirkan sampai waktu bayi lahir.

“Pada 1990-an, kematian ibu yang melahirkan berusia di atas 35 tahun dan sekarang banyak terjadi kematian ibu berusia di bawah 20 tahun. Sekitar 40% dari kematian tersebut diakibatkan ibu belum siap fisik, rahimnya belum matang, belum siap untuk hamil. Kehamilan remaja yang terjadi di salah satu kabupaten di Indonesia bagian timur, ada 42 bayi yang dirawat di rumah sakit, 26 bayi lahir dari remaja. Itu berarti 66% dari 42 kelahiran,” papar dr Eni.

Menurutnya, pemerintah melalui program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sudah melakukan usaha promotif kepada remaja agar memiliki bekal pengetahuan mengenai kehamilan dan preventif kepada calon pengantin supaya tahu apa yang harus dipersiapkan sebelum kehamilan terjadi. Dia menyarankan agar masyarakat semakin rutin melakukan aktivitas fisik rutin, mengonsumsi buah dan sayur, dan memeriksa kesehatan.

“Semakin dini diperiksa dan diketahui penyakitnya, semakin cepat diberikan obat, dan penyakit semakin dapat dikontrol. Contohnya, hipertensi tidak terkontrol dapat memengaruhi jantung sehingga terjadi stroke atau merusak ginjal,” ungkap dr Eni. Sementara itu, dokter ahli kandungan dan kebidanan yang juga spesialis fetomaternal Dr dr Ali Sungkar SpOG KFM menjelaskan, dari 100.000 angka ibu melahirkan, 305 kejadian ibu yang melahirkan meninggal.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close