Alami Gangguan Perilaku, Ayah di Thailand Kurung Anaknya di Kandang Kayu


Lia Cikita 2018-01-03 20:05:44 Internasional 108 kali

Porrames melihat keluar dari sela-sela kandangnya. (Foto: istimewa)

Bangkok, Kabar28.com,  - Chamnan Duangjan (38) amatlah menyayangi anak laki-lakinya, Porrames. Namun ia terpaksa mengunci si buah hati di kurungan kayu setiap pagi saat hendak berangkat bekerja. Porrames mengalami masalah gangguan perilaku setelah mengalami cedera kepala parah saat usianya 4 tahun di Krabi, Thailand.

Duangjan mengaku, terpaksa mengurung anaknya karena tak ada orang yang mengasuh Porrames ketika ia bekerja. Istrinya pergi meninggalkan mereka sesaat setelah kecelakaan itu.

"Anak saya tertabrak mobil 5 tahun lalu saat berangkat ke sekolah dan mengalami luka yang parah di dahinya. Setelah sembuh perilakunya menjadi tak normal," ujarnya.

Khawatir terhadap keselamatan sang anak, buruh perkebunan karet ini membangun sebuah kandang kayu settinggi 2 meter sebagai penghalang agar sang anak tak keluar rumah ketika ia bekerja seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (3/1/2018).

"Setiap hari ia kabur dan saya menemukannya di hutan suatu kali. Saya menemukannya berjalan sendirian dan kadang ia tidak mengenakan pakaian," ujarnya.

Selama lima tahun ia telah ‘memenjarakan’ sang anak di kandang tersebut saat ia akan berangkat bekerja, dan melepaskannya saat pulang di malam hari.

Para tetangga kerap memberi makan anak bungsu dari tiga bersaudara itu melalui celah kandang kayu itu. Duangjan telah mencoba segalanya untuk membantu sang anak, namun ia depresi dan tidak tahu harus melakukan apa lagi.

"Saya telah membawanya ke banyak rumah sakit tetapi penyakitnya tidak diketahui jelas. Saya takut ia dalam bahaya. Lalu saya putuskan membangun kandang untuk menjaganya saat saya tidak di rumah," ujarnya.

Porrames memiliki dua kakak laki-laki yang masing-masing berusia 15 dan 20 tahun. Salah satu di antaranya bekerja jauh dari rumah dan yang lain harus bersekolah. Kondisi Porrames yang seperti itu membuat Duangjan tak bisa mengirim sang anak ke sekolah umum.

"Ia tak bisa pergi sekolah karena ia akan kabur. Ibunya meninggalkan kami dan tak ada yang membantu mengurusnya," jelasnya.

Duangjan berharap akan ada dokter yang menolong anaknya suatu hari dan menemukan seseorang yang bisa merawatnya.

Petugas polisi datang ke bangunan itu dan mulai melakukan investigasi. Kitti Intarakul, Kepala Pengembangan Manusia dan Keamanan Sosial di Krabi mengatakan mereka bersama palang merah setempat telah memberikan sang ayah bantuan sejumlah Rp1,2 juta untuk keperluan anaknya.

"Kami akan lanjut membantunya dan memberikan diagnosis dan perawatan medis untuknya," ujar Kitti.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close