Datangi Polda, DPD Seknas Sumsel Pertanyakan Kasus Penghinaan Terhadap Kepala Negara


Arie Perdana Putra 2018-01-03 16:21:45 Palembang 95 kali

Para pengurus Seknas Sumsel saat mendatangi Polda, (foto : Ardhy)

PALEMBANG, Kabar28.com,- Sejumlah pengurus Seknas Sumsel kembali mendatangi Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Polda Sumsel, guna menanyakan tindak lanjut laporan mereka terkait adanya penghinan terhadap Presiden Jokowi yang dilakukan terlapor atas nama Yan beberapa waktu lalu. 

Bendahara DPD Seknas Sumsel, Eka Gabariyanti mengatakan, hari ini dirinya memenuhi panggilan sebagai saksi dalam kasus laporan menghina kepala negara dan organisasi Seknas Jokowi Sumsel. "Saya ditanyai seputar siapa Yan Hariranto dan apa yang telah dilakukan dia, "ujarnya.

Menurut dia, dalam laporan Seknas Jokowi Sumsel yang melaporkan Yan Hariranto beberapa waktu lalu, karena yang bersangkutan telah melakukan penghinaan terhadap presiden dan organisasi Seknas Jokowi Sumsel melalui rekaman video yang diunggahnya melalui media sosial Facebook pada 27 November 2017, dan baru diketahui keesokan harinya.

"Isi hinaannya tersebut Yan Hariranto mengatakan sampai tujuh turunan dia tidak akan memilih Jokowi sebagai presiden, selain itu dia (Yan Hariranto) juga merobek baju Seknas Jokowi dan mematahkan kartu anggota Seknas Jokowi Sumsel. Jelas secara umum kami dari Seknas Jokowi Sumsel merasa terhina," tegas dia. 

Hari ini, masih kata Eka, Polda Sumsel menindaklanjuti laporannya terkait pelecehan kepala negara yang dilakukan oleh Yan Hariranto.

Melalui pesan singkat whataaps, Guruh, Ketua DPD Seknas-Jokowi menyampaikan apresiasinya Polda Sumsel, dan berterima kasih kepada para penyidik yang cepat melakukan proses penyelidikan perkara tersebut.

“Kecepatan penyidik dalam memproses lidik patut kami apresiasi, sebab masalah seperti ini seharusnya tidak patut dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai guru, seharusnya seorang guru memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ucap Guruh.

Sambung Guru, ia dan para pengurus organisasi Relawan Jokowi Sumatera Selatan ini semata-mata malaporkan Yan Hariranto agar terduga mendapatkan pelajaran berharga, bahwa kepala negara tidak boleh dipermainkan oleh siapapun itu, karena merupakan kepala negara.

“Siapapun kepala negaranya harus kita hormati, tidak hanya pak Jokowi, kelak nanti siapa kepala negaranya tetap harus kita hormati sebagai Presiden kita," tegas Guruh.

Sebelumnya, kasus bermula dengan beredarnya Video dilakukan oleh Yan Hariranto, yang di duga secara sengaja menyebar di media sosial sehingga menjadi viral. Dalam video tersebut terlapor menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo dan serta membawa-bawa nama organisasi Seknas-Jokowi, sehingga menjadi dasar pelapor untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close