Penjelasan Staf Ahok Soal Kabar Viral Penebusan Ijazah Siswi


Mutiara Safitri 2018-01-03 13:37:20 Nasional 92 kali

Basuki Tjahaja Purnama (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Dinas Pendidikan Jawa Timur membantah kabar viral yang menyebut SMA 3 Lamongan menahan ijazah siswi karena tunggakan pembayaran. Staf Ahok, Natanael T Oppusunggu yang disebut-sebut dalam kabar itu angkat bicara.

"Kepala Sekolah dan Keluarga sudah mengakui bahwa Pak Ahok membantu untuk pengambilan ijazah. Ketika saya mau bayarkan dan minta nomor rekening pihak sekolah tidak mau jadi mereka mengeluarkan ijazahnya, tanpa dibayar. Tapi poinnya tanpa saya hubungi dan mau bayarkan, siswi ini ijazahnya ditahan. Ketika si siswa informasikan ada staf Pak Ahok mau bayar baru lah mereka mau kasih ijazahnya. Selama ini memang bisa ijazahnya keluar?" kata Natanael melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (3/1/2017).

Dinas Pendidikan Jawa Timur telah melakukan investigasi mengenai kabar viral ini. Berdasarkan hasil investigasi itu, dinas menyatakan tidak ada penahanan ijazah yang dilakukan oleh pihak sekolah. 

Perihal polemik ditahan-tidaknya ijazah siswi F karena ada tunggakan, keluarga siswi juga sudah bersuara. Rochima, kakak siswi F, mengatakan keluarga mendapatkan pemahaman bahwa ijazah F belum dapat keluar apabila uang operasional sekolah belum dilunasi. Pemahaman itu didapatkan setelah pihak keluarga mengontak wali murid perihal syarat agar bisa melakukan cap tiga jari untuk ijazah.

"Saya WA (WhatsApp) wali muridnya. 'Pak saya mohon bantuannya ini teman teman adik saya semuanya pada cap tiga jari, apakah adik saya bisa cap tiga jari karena masih punya tunggakan'. Lalu dibalas 'kapan bu bisa melunasi tunggakannya. Ya ibu punya berapa tolong dikasihkan sama kasih surat perjanjian untuk melunasi kapan, karena ini merupakan biaya operasional sekolah'," tutur Rochima Selasa (2/1/2018).

Mendapatkan penjelasan itu, kata Rochima, orang tuanya lalu mengajukan pinjaman ke koperasi. Dijanjikan uang akan cair pada Januari. Sementara itu di waktu berdekatan, siswi F menyurati Ahok dan meminta bantuan mengenai ijazah yang disebut ditahan pihak sekolah. Ahok lantas meminta stafnya yang bernama Natanael untuk membantu F.

"Surat dari pak Natael, stafnya Pak Ahok, meminta pihak keluarga meminta rekening sekolah, untuk melunasi tunggakan FM agar ijazahnya bisa keluar," kata Rochima.

Setelah mendapat surat dari Ahok, F dan Rochima pun menghadap ke sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah SMAN 3 Lamongan Wiyono. Rochima mengatakan, Wiyono memang langsung memberikan ijazah kepada F. Wiyono tak membaca surat dari Ahok tersebut.

"Wis gak atek ngene-ngenean, Bu, aku wis percoyo (sudah gak pakai begituan bu, saya sudah percaya, red). Silakan diambil. Sekolah tidak menerima kiriman uang lewat rekening. Silakan untuk siswinya saja," kata Rochima menirukan ucapan Wiyono saat ditunjukkan surat dari Ahok.

Rochima mengatakan, pada akhirnya, uang dari Ahok itu tidak ditransfer ke rekening sekolah. Pihak sekolah tidak membuka nomor rekening kepada Rochima. "Tidak ditransfer ke sekolah," ujar Rochima

Sumber : detik.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close