Presiden Taiwan Peringatkan China Soal Agresi Militer


Lia Cikita 2017-12-29 20:25:25 Internasional 134 kali

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. (Foto: Istimewa)

Taipei, Kabar28.com, - Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen memberi peringatan terhadap China terkait agresi militer mereka. Peringatan ini dikeluarkan Presiden Tsai menyusul Negeri Tirai Bambu yang semakin terbuka dalam menantang Taiwan melalui kekuatan militer dan meningkatkan ketegangan.

Pemerintah China diketahui semakin gencar meningkatkan kegiatan latihan militer di sekitar wilayah Taiwan. Semakin intensifnya gelaran latihan militer tersebut terjadi menyusul penolakan tegas Taiwan atas desakan untuk menyetujui prinsip 'Satu China' demikian sebagaimana diwartakan Reuters,Jumat (29/12/2017).

"Kegiatan militer China tidak hanya mempengaruhi situasi di Selat Taiwan, tapi juga di seluruh Asia Timur. Ini bukan masalah yang dihadapi sendirian oleh Taiwan. Semua negara di kawasan ini yang ingin melihat kedamaian dan stabilitas. China seharusnya tidak mengabaikan hal ini. Masalah ini tentunya tidak dapat diselesaikan melalui kekuatan militer namun melalui cara damai," ujar Presiden Tsai.

Selain itu, Presiden Tsai juga mengatakan, kekuatan dan semangat militer Taiwan sendiri juga terus meningkat.

"Selama setahun ini, semangat militer kita terus meningkat, dukungan untuk militer kita juga terus meningkat. Ini adalah hal yang paling memuaskan sejak saya menjadi presiden. Dengan ini saya umumkan bahwa anggaran pertahanan tahunan kita berjalan cukup baik," imbuh Tsai.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut, angkatan udara China baru saja melakukan 16 kali latihan militer di kawasannya selama setahun terakhir. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Negeri Panda telah mengumumkan tak segan mengangkat senjata jika Taiwan terus menolak untuk bersatu.

Sementara, Presiden Tsai mengaku ingin menekankan perundingan atau cara damai guna mencari solusi atas masalah ini. Sebagaimana diberitakan, hubungan antara Taipei dan Beijing telah tegang sejak Tsai berkuasa pada Mei 2016.

China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan perlu diambil kembali meskipun dengan cara paksa. China telah mengklaim kedaulatan atas Taiwan sejak 1949, ketika pasukan komunis Mao Zedong menang dalam perang saudara melawan Chiang Kai-shek yang mewakili Taiwan.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close