Orangtua di Jepang Kurung Putrinya Selama 15 Tahun hingga Tewas


Lia Cikita 2017-12-27 16:53:52 Internasional 38 kali

Ruangan tempat pasangan di Jepang mengurung putrinya yang menderita gangguan jiwa selama 15 tahun hingga tewas (Foto : istimewa)

Osaka, Kabar28.com,  — Kepolisian Osaka menahan sepasang suami istri yang diduga mengurung putrinya selama 15 tahun hingga meninggal.

Pasangan Yasutaka Kakimoto (55) dan Yukari Kakimoto (53) ditahan atas tuduhan memperlakukan anak perempuan mereka secara tak layak hingga tewas.

Airi Kakimoto, putri pasangan tersebut, dilaporkan kedua orangtuanya telah meninggal pada Sabtu (23/12/2017). Polisi yang mendatangi tempat tinggal mereka dikejutkan dengan kondisi korban.

Menurut laporan polisi, dilansir dari SCMP, korban yang berusia 33 tahun ditemukan dalam kondisi mengalami malnutrisi parah dan hipotermia.

Tinggi tubuhnya hanya 145 sentimeter dengan berat badan hanya 19 kilogram. Polisi pun langsung mencurigai kedua orangtua korban.

Kepada polisi, pasangan itu mengaku telah mengurung anaknya dalam ruangan kecil berukuran 3 meter persegi selama sekitar 15 tahun.

"Menurut mereka, anaknya mengalami gangguan mental saat berusia 16 atau 17 tahun yang menyebabkannya kerap mengamuk. Karena itu, orangtuanya memutuskan mengurungnya," kata petugas polisi.

Orang dengan gangguan kejiwaan dan cacat fisik kerap kali mendapat stigma negatif dari masyarakat di Jpang.

Keluarga Kakimoto tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi pagar setinggi 2 meter dan dilengkapi 10 kamera pengawas di sekitarnya.

Ruangan tempat mengurung anaknya dibangun di sebelah rumah dengan kamera pengawas, pintu yang hanya bisa dikunci dari luar, toilet, dan tangki air.

"Pasangan ini mengatakan, mereka ingin tinggal bersama anaknya," tambah polisi.

Sebelum akhirnya melapor kepada polisi, pasangan itu mengaku menemukan putrinya telah tewas selama lima hari.

Pasangan suami istri itu ditahan dengan tuduhan awal membuang jenazah secara ilegal dan dimungkinkan bertambah.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close