Ternyata, Surat Ketua PWI OI di FB Itu Hoax


Arie Perdana Putra 2017-12-23 20:52:07 Ogan Ilir 87 kali

Surat Ketua PWI OI yang beredar di FB, (foto : ist)

INDRALAYA, Kabar28.com,- Adanya postingan dari salah satu akun di laman facebook (FB) grup Ogan Ilir Memilih Pemimpin (OIMP) yang mengatasnamakan surat klarifikasi dari PWI Ogan Ilir, pasca beredarnya video kemarahan dari Kadisdukcapil OI Ahmad Luthfi kepada salah satu warga bernama Yanti, membuat Gusti.M. Ali berang.

Ketua PWI OI sekaligus wartawan senior ini menyanggah keras postingan yang mengatasnamakan organisasi kewartawanan tersebut. Melalui kolom komentar di facebook, pria 60 tahun ini mengecam keras peredaran surat palsu itu.

“Ada pihak-pihak yang mencoba mengadu domba antarwartawan di OI, khususnya yang tergabung di PWI OI. Surat tersebut tidak pernah kami keluarkan, kalaupun ada tentunya formatnya tidak seperti demikian. Ada kode khusus dan tentunya hanya orang-orang PWI saja yang mengetahuinya, sangatlah rahasia,” jelasnya.

Hal tersebut pastinya tidak akan dibiarkan. Pihaknya akan melakukan upaya hukum dan melaporkan ke pihak berwajib karena sudah merusak citra PWI OI.

“PWI OI akan mengambil sikap terkait surat hoax ini, dan yang memposting akan kita lacak, sehingga bisa diberikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. Intinya surat tersebut sama sekali bukan dari PWI OI. Soal video kemarin itu kita tidak ada intervensi, jadi kita lihat saja perkembangannya,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar video kemarahan Kadisdukcapil OI diaplikasi WhatsApp dan Facebook. Lebih dari 5000 kali video tersebut dibagikan dan beragam komentar pun bermunculan akibat dari aksi yang dilakukan orang nomor satu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ogan Ilir itu.

Sementara itu, Heri Kusnadi SE yang disebut-sebut sebagai wartawan dalam surat klarifikasi palsu dari PWI OI itu mengaku tersinggung dengan adanya penyebaran surat hoax tersebut.

Ia pun meminta PWI OI bersikap tegas, karena selain merugikan nama baiknya, dirinya khawatir apabila tidak diberi efek jera, kejadian serupa bakal terulang lagi kepada wartawan lainnya.

“Saya pribadi tentunya nama baik saya sangat dirugikan, mana buktinya saya pernah melakukan aktivitas pemerasan dan lain-lain, bisa saja ada oknum seperti itu, namun jangan menyamaratakan dong. Kepada PWI OI, saya berharap tolong diklarifikasi jika perlu buat surat tandingan, bahwa kedudukan saya jelas sebagai wartawan dan keanggotaan di PWI,” tandasnya. (app/rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close