Jaring Kandidat, Demokrat Gelar Simposium Cagub-Cawagub Sulsel

Kandidat di Pilgub Sulsel (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar penjaringan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) yang akan bertarung di Pilgub 2018. Hadir sejumlah tokoh yang masuk di bursa calon Pilgub Sulsel.

Acara Simposium Sulsel itu digelar di hotel Four Point, Makassar, Rabu (27/9/2017). Adapun kandidat calon yang datang dalam kegiatan bertajuk Quo Vadis Sulsel itu adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Wagub Sulsel petahana Agus Arifin Nu'mang, Dosen Unhan Kolonel Laut Rivai Ras, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah, mantan Dirjen Depdagri Tanri Bali Lamo. Kemudian juga ada dua politikus perempuan Demokrat, Andi Nurpati dan Aliyah Mustika Ilham.

Pasangan kandidat Nurdin Halid-Aziz Qahhar yang dijadwalkan ikut dalam fit and proper test batal hadir dalam kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Majelis Tinggi DPP Demokrat Amir Syamsuddin itu. Kandidat Cagub lainnya, Ichsan Yasin Limpo yang juga adik Gubernur Petahana tidak ikut penjaringan Demokrat karena tidak mendaftar.

 

Penjaringan oleh Demokrat ini dilakukan layaknya Konvensi Capres dengan dipandu moderator Hasymi Ibrahim. Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang menjadi kandidat pertama memaparkan visi-misinya di hadapan penanggap dari 11 orang tim pakar yang telah disiapkan Demokrat Sulsel.


Nurdin mengatakan, bila dipercaya menjadi Gubernur Sulsel di periode mendatang dia akan menjadikan Sulsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Itu akan dia lakukan dengan dukungan konektivitas infrastruktur agar warga bisa saling terhubung dan semua daerah bisa terjangkau.

Selain itu, di bagian selatan dan utara Sulsel, menurut Nurdin harus menjadi pintu masuk komoditas ekspor. Salah satu sumber ekspor yang terlewatkan adalah ekspor udang ke negara tujuan seperti Jepang.

Menurut Nurdin, Sulsel bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tapi juga punya potensi destinasi wisata yang bisa menambah pemasukan daerah seperti Toraja dan Tanjung Bira. Dia berharap agar akses ke lokasi tersebut akan dipermudah dengan infrastruktur jalan yang baik. Dia akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang adil dan merata bagi warga Sulsel.


"Sesuai dengan yang dicanangkan pendahulu Gubernur Prof Ahmad Amiruddin, adanya perwilayahan komoditas dan nilai tambah sektor pertanian. Sulsel diuntungkan saat krisis ekonomi lalu karena harga komoditas kakao tinggi, Sulsel harus kembali jadi propinsi pertanian," ujar Nurdin yang berlatar belakang Guru Besar Ilmu Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar tersebut.

Sementara menurut Agus, selaku petahana, ia akan meneruskan pembangunan yang telah dilakukannya saat mendampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selama dua periode. Dia merinci beberapa prestasi yang sudah ditorehkannya seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulsel yang saat ini berada di peringkat 14, dibandingkan tahun 2008 lalu di peringkat 21.

Selain itu Agus juga mengklaim berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi Sulsel rata-rata 7,69 dan menurunnya jumlah pengangguran dari 2008 sebesar 9 persen menjadi 4,8 persen di tahun 2016. Dia menyatakan bersama Syahrul telah memfasilitasi masuknya investasi di Sulsel dari Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri.


Sementara Rivai Ras yang berlatar belakang kemiliteran dengan pangkat Kolonel TNI Angkatan Laut akan menjadikan Sulsel sebagai poros maritim baru di Indonesia.

"Saya akan gandakan sektor pembangunan maritim di Sulsel, seperti pemberdayaan ekonomi maritim dengan unit usaha perikanan dan pengalengan ikan, kita akan bangun Sulsel dengan kepemimpinan bersih," tutur Rivai.

Kegiatan ini juga turut dihadiri sejumlah pengurus dan kader Demokrat se-Sulsel. Seperti Sekretaris DPD Demokrat yang juga Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal dan para legislator Demokrat di Sulsel.

Sumber : detiknews.com

Baca Lainnya

close