Nasib Pembiayaan LRT Jabodebek Tak Jelas, Ini Kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Foto : Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta supaya proyek kereta cepat seperti Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) bisa rampung, dan digunakan untuk Asian Games 2018. Atau paling tidak, proyek ini bisa selesai total pada 2019.

Oleh sebab itu, sejumlah menteri kabinet kerja hari ini mengadakan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, untuk membahas proyek tersebut. Meski sudah berjalan, ternyata kepastian pembiayaan proyek dari pemerintah belum jelas.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang datang dalam rapat mengatakan, proyek yang digarap oleh PT Adhi Karya Tbk ini diupayakan supaya bisa berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Selama ini, proyek LRT tersebut ditalangi oleh Adhi Karya.

"Ya kita kan usahakan supaya proyeknya bisa berjalan sesuai dengan tenggat waktunya," ungkap Sri Mulyani, usai pertemuan di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Sementara untuk skema yang bakal digunakan, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah masih belum memutuskan skema seperti apa yang bakal digunakan dalam proyek tersebut.

Namun, ia mengatakan, telah memiliki beberapa opsi yang bisa digunakan, salah satunya adalah dengan menambah modal bagi konsorsium kontraktor yang mengerjakan, atau kepada Adhi Karya.

"Kalau dari sisi dukungan keuangan negara itu, opsi akan dibuka melalui apakah dari sisi konsorsium bisa didukung melalui jaminan pemerintah tambahan injeksi modal lagi kepada konsorsium Adhi Karya," kata dia.

"Sehingga mereka bisa melakukan penyelesaiannya dan nanti dalam bentuk Public Service Obligation yaitu penjaminan pemerintah untuk pengembalian dari dana investasi," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jendral Angaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan proyek LRT di Jabodebek memakan dana Rp 23 triliun. Dana tersebut dapat diperoleh dari investasi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dananya Rp 23 triliun. Itu nanti dikombinasikan antara dana investasi dan APBN. Opsi yang paling mungkin itu investasi dan BUMN," kata dia.

Pembangunan LRT dibagi menjadi dua tahap dengan masing-masing tahapan terdiri dari tiga lintas pelayanan, yakni tahap pertama meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas. Adapun tahap dua lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Berdasarkan Peraturan Presiden soal LRT, proyek ini harus dilaksanakan dengan dana dari APBN. Namun belakangan, diketahui nilai proyek LRT terlalu besar untuk ditanggung APBN sepenuhnya.

Sumber : detik.com

Baca Lainnya

close