Meninggal karena Covid-19, Jenazah Pensiunan PNS Ditolak Warga

Proses pemakaman jenazah RL.

INDRALAYA, Kabar28.com,- Jenazah seorang pensiunan PNS, RL warga Perumahan Mutiara Indah II, Kelurahan Timbangan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ketika hendak dikebumikan beberapa kali harus menerima penolakan warga desa.

Bukan tanpa alasan, penolakan tersebut dikarenakan Jenazah Almarhum merupakan pasien Covid-19, Selasa (20/7/2021), sekitar pukul 12.00 WIB, almarhum meninggal di RSUD Tanjung Senai, Ogan Ilir.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandy mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga almarhum bahwa jenazah almarhum akan dikebumikan di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara sesuai wasiat almarhum kepada keluarganya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

“Sekitar pukul 15.00 WIB, perwakilan dari keluarga dan RT 02 Kelurahan Timbangan menemui Kepala Desa Tanjung Pering untuk meminta izin terkait memakamkan almarhum di tanah miliknya di Desa Tanjung Pering. Namun ditolak oleh Kades dengan alasan tanah kaplingan almarhum dekat dengan rumah warga,” terangnya.

Yusantiyo pun mengatakan, setelah ditolak di Desa Tanjung Pering jenazah almarhum dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Timbangan. Akan tetapi kembali mengalami penolakan dengan alasan pemakaman jenazah dikhawatirkan akan diprotes oleh warga.

“Kemudian dengan dibantu oleh satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan menghubungi Kepala Desa Tanjung Agung untuk dimakamkan di TPU Tanjung Agung. Namun diketahui oleh warga bahwa pasien tersebut terpapar covid, kembali mendapat penolakan,” tambahnya.

Lanjut kemudian, pada pukul 21.00 WIB jenazah dibawa ke tanah miliknya di Desa Permata karena telah mendapat izin dari Kepala Desa. Sesampainya di lokasi ketika hendah dimakamkan, warga sekitar yang melihat merasa kaget dengan iring-iringan mobil satgas covid, dan kembali jenazah mengalami penolakan keempat kalinya untuk dikebumikan.

‘’Merasa kaget melihat iring-iringan mobil dari petugas covid yang dipimpin AKP H Mujamik Harun dan langsung menuai protes dari warga, lantas jenazah tidak jadi dimakamkan di desa tersebut,” paparnya.

Kemudian kepala desa memberikan solusi agar almarhum dimakamkan di tanah wakaf miliknya di Desa Tanjung Baru.

“Ketika saya datang ke sana pukul 23.00 WIB bersama keluarga korban, jenazah dan satgas Covid bermaksud menguburkan almarhum, namun kembali lagi yang kesekian kali mendapat penolakan dari warga Desa Tanjung Baru,” ujarnya.

Kemudian Kapolres OI Yusantiyo melakukan mediasi dengan pihak Kelurahaan Timbangan dan menjelaskan terkait sudah ada surat edaran/instruksi dari pemerintah, tentang warga pasien covid yang meninggal dunia pemakamannya dikembalikan ke TPU masing-masing. Setelah mendengar penjelasan tersebut pihak kelurahan menerima pemakaman jenazah almarhum.

‘’Pemakaman dihadiri jajaran Polres OI dan Kelurahan Timbangan, serta keluarga korban menyaksikan pemakaman oleh satgas covid, pada pukul 03.00 WIB di TPU Timbangan, jenazah korban selesai dimakamkan sekitar pukul 03.20 WIB," pungkasnya. (rel)

Baca Lainnya

close