STIHPADA dan L2Dikti Audiensi dengan Gubernur Sumsel

Gubernur Sumsel dan Ketua STIHPADA Palembang

PALEMBANG, Kabar28.com,- Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II beraudiensi dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru, di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (21/7/2021).

Ketua STIHPADA Palembang, Firman Freaddy Busroh mengatakan, audiensi tersebut dalam rangka gelaran seminar nasional secara online yang rencana dilaksanakan pada November 2021 ini. Tema besarnya adalah sinergi antara pemerintah daerah dengan PT dalam memajukan sumber daya manusia. Urgensi acara ini adalah melaksanakan amanah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui program belajar merdeka “Kampus Merdeka”.

"Seminar nasional secara online ini juga melibatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II yakni Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung (Babel). Saya harap Gubernur Sumsel dapat menjadi keynote speaker pada seminar nanti,” terangnya.

Dia mengaku memilih tema itu karena kemajuan suatu negara dan bangsa terletak dari kemajuan sumber daya manusia. Untuk memajukan sumber daya manusia, tentunya perlu dukungan dari pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Untuk peserta dari PT sudah capai 4.000 dari seluruh Indonesia. Begitu pun para narasumbernya terdiri dari tokoh pendidikan, mahasiswa berprestasi, dan lini sektor lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Riza Fahlevi menyarankan agar panitia dapat memperhatikan ornamen-ornamen ciri khas budaya Sumsel, seperti tanjak, songket, hingga background dalam seminar nasional nanti.

“Kami ingatkan supaya jangan melupakan ciri khas seperti songket latar belakangnya, karena itu sudah Peraturan Daerah (Perda),” ucapnya.

Dia mengapresiasi langkah STIHPADA Palembang yang berencana akan melaksanakan seminar nasional pada November 2021 nanti.

“Kegiatan itu sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sumsel “Sumsel Maju Untuk Semua”. Sumber daya manusia berkaitan satu sama lainnya sehingga memang diperlukan sinergitas,” paparnya. (ant)

Baca Lainnya

close