Kepsek dan Guru Harus Paham Pembelajaran Digital

PALEMBANG, Kabar28.com,- Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) provinsi Sumsel Reza Fahlevi menghadiri serta membuka langsung kegiatan workshop peningkatan kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan bahan ajar digital bertempat di aula Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang, Rabu (30/6/2021).

Dikatakan Reza Fahlevi, kegiatan ini kami dari Disdik Provinsi yang mewakili dari Pemprov Sumsel memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada keluarga SMA N 3 ini yang telah melaksanakan kegiatan ini. Sudah eranya apalagi disaat pandemi covid-19 tentu pembelajaran itu ada yang hybrid learning, campuran antara luring dan daring, dan itu sudah pasti. Tentunya guru harus bisa menguasai digital, bagaimana saat belajar serentak ada yang luring dan yang daring, ujarnya.

Kemudian, saat belajar anak yang ada dikelas luring, separuh ada yang dirumah harus siap menerima daring. Jadi tepat hari ini ada workshop yang kebetulan narasumbernya adalah narasumber nasional dan memang orang kita Sumsel dan termasuk alumni Kepala SMA N 3 yaitu Drs H I Gede Mandera, MM. Jadi harapan kita mudah-mudahan semua guru bisa mencontoh sekolah ini, memanfaatkan waktu yang sekarang sedang masa libur, karena baru berakhir kegiatan tahun ajaran yang sebelumnya, ungkapnya.

Masih menurutnya, untuk didaerah juga sudah kita himbau melalui MKKS agar supaya berlomba-lomba, sekolah-sekolah itu mempunyai unggulan-unggulan sesuai kompetensi, sesuai dengan menegerial kepala sekolahnya, dan mereka sudah kita bekali dengan 4G. Sejauh ini untuk guru yang GAPTEK pasti ada, jujur saja pasti masih ada, disinilah gunanya workshop. Termasuk juga saya himbau tadi, ada tidak guru disepanjang jalan besar masih GAPTEK, kalau ada ya memalukanlah, katanya.

Lanjutnya, makanya kalau ada diam-diam sambil belajar untuk supaya bisa. Karena apalagi nanti ada himbauan dari pusat ada informasi adanya kepala sekolah penggerak dan guru penggerak. Bagaimana banyaknya sekolah penggerak, tergantung lulusnya kepala sekolah penggerak. Harapan kita, semua kepala sekolah maupun guru ikut mendaftar untuk seleksi kepala sekola dan guru penggerak, bukan hanya mendaftar saja, namun belajar dan siapkan kualitas masing-masing, bebernya.

Ditambahkan Kepala SMA N 3 Sugiyono, ketika kita mengajar tentunya harus smart, yang disekolah belajar tatap muka, murid yang dirumah lewat daring. Daring tidak sembarang daring yang harus dipersiapkan, yakni hybrid learning, dan ini harus dikuasai betul, maka kami hadirkan pembicara dari luar. Dan kami laporkan kepada Kadisdik kegiatan ini, karena ini bisa nanti harus sukses bukan hanya di sekolah ini saja, tetapi sekolah yang ada di provinsi Sumsel. Memaksa guru untuk membuat perangkat sekaligus peningkatan kompetensi pencanangan belajar juga dalam pengembangan anjar digital, tegasnya. (ant)

Baca Lainnya

close