Buka Praktek, SM Akui tak Punya SIPP

STRP yang dimiliki SM

INDRALAYA, Kabar28.com,- SM, oknum perawat yang diberitakan memungut biaya praktek mahal tersebut angkat bicara, Jum'at (11/6/2021).

Kepada awak media, dirinya membantah telah memungut biaya mahal. Menurutnya, biaya tersebut sebelumnya sudah diberitahukan kepada pasien, dan pasien menyanggupinya.

"Kenapa baru sekarang pasien komplain, harusnya kalau keberatan dengan biaya berobat, pasien komplain sejak awal bukan sekarang dan bicara di media," katanya.

Terkait dengan Surat Izin Praktek Perawat (SIPP), dirinya mengakui kalau ia tidak mempunyai surat tersebut. Namun, dirinya mengantongi Surat Izin Kerja Perawat (SIKP) dari Dinas Kesehatan OI dan Surat Tanda Registrasi Perawat (STRP) dari Mejelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI).

"Saya kan D3 Perawat, syarat utama memiliki SIPP itu harus S1 Keperawatan dan Ners (Ns). Bukan saya saja, mungkin perawat se- Ogan Ilir (OI) ini juga banyak yang tidak memiliki SIPP karena belum Ns," ungkapnya.

Dirinya mengakui kalau sebenarnya praktek yang dijalankannya itu salah karena belum ada legalitas. Namun, itu terjadi hampir kepada seluruh perawat se- OI.

"Seluruh perawat yang belum Ns dan tidak memiliki SIPP seharusnya tidak bisa membuka praktek mandiri, bukan cuma saya. Namun karena kita di desa, orang datang minta tolong jadi kita bantu atas dasar kemanusiaan," jelasnya.

Dia juga menegaskan, siap memenuhi panggilan dari Dinas Kesehatan OI atau instansi terkait lainnya jika ada panggilan terkait praktek yang dijalankannya.

"Kalau dipanggil saya siap, karena walaupun saya belum Ns dan belum memiliki SIPP saya bekerja atas dasar kemanusiaan. Tidak mungkin orang datang minta tolong tidak kita tolong," pungkasnya.

Sekedar menambahkan, berdasarkan Permenkes 26/2019, perawat yang menjalankan praktik keperawatan secara mandiri di tempat praktik mandiri harus memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah profesi Ners.

Artinya, perawat vokasi wajib kuliah lagi agar bisa memenuhi persyaratan, tentunya seperti yang sudah dituliskan di atas, yaitu syarat mutlaknya adalah, perawat wajib memiliki ijazah Ners, atau Ners spesialis.

Merujuk kasus di atas, Dinkes OI harus segera mendata berapa banyak perawat mandiri yang tidak memiliki SIPP dan SIKP. Jika terbukti bersalah, tentunya oknum-oknum perawat tersebut harus diberi sanksi tegas seperti dilarang praktek maupun sanksi pidana. (app)

Baca Lainnya

close