Biaya Praktek Perawat SM Mahal, Pasien Mengeluh

SM, oknum perawat yang diduga pungut biaya mahal

INDRALAYA, Kabar28.com,- Warga dari beberapa desa di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendatangi awak media untuk konsultasi perihal yang baru saja dialami keluarganya.

Salah satu perwakilan keluarga pasien yang tidak mau namanya disebutkan, menceritakan sekelumit keluhan yang dialaminya dan keluarganya pasca berobat pada SM, oknum perawat yang membuka praktek di rumahnya.

"Saya keberatan dengan biaya yang diminta oleh oknum perawat tersebut. Kami sudah 3 kali datang berobat dengan SM, biaya yang kami keluarkan sangat tidak wajar," katanya, Kamis (10/6/2021). 

Dijelaskannya, dia dan keluarganya harus membayar Rp850.000 untuk biaya berobat kepada SM tersebut. Sebenarnya, dirinya sudah mengingatkan orang tuanya untuk tidak lagi berobat pada SM di Desa Tanjung Pinang tersebut.

"Namun orang tua saya tetap ngotot mau berobat pada SM. Terakhir kami datang usai diperiksa, disuntik dan diberi obat. Lagi-lagi kami sekeluarga kaget dengan biaya yang dipatok oleh SM sebesar Rp250.000," jelasnya.

Menurutnya, obat yang diberikan oleh SM sama seperti obat di apotik yang harganya tidak mahal. Dirinya menilai banyak kejanggalan yang ditemui saat mendampingi orang tuanya, seperti obat yang akan disuntikkan tidak diperlihatkan kepada keluarga pasien.

"Berobat ke dokter saja tidak semahal ini biayanya. Bahkan untuk biaya berobat kami dapat dari berhutang pada tetangga," pungkasnya.

Salah satunya warga lainnya, M, mengakui kalau berobat pada SM memang mahal.

"Saya pernah berobat dan dipatok biaya lebih dari Rp50.000. Kalau dengan perawat atau bidan lain di desa kami paling tinggi Rp25.000," ungkapnya.

Menanggapi laporan serta aduan dan keluh kesah warga ini. Sejumlah Wartawan dan LSM di OI akan melaporkan masalah ini kepada instansi terkait terutama perihal Surat Izin Kerja Perawat (SIKP) dan Surat Izin Praktek Perawat (SIPP). 

Hingga berita ini dirilis, beberapa awak media dan LSM telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada SM. Begitupun konfirmasi via whatsapp pun tak kunjung dibalas.

Saat tiba di rumah sekaligus tempat praktek yang bersangkutan, SM sedang tidak ada di rumah.

"Dia lagi bekerja di RSUD OI pak," terang tetangga SM kepada awak media.

Menanggapi hal ini, Plt Kadinkes OI, Hendra Kudeta mengatakan, kalau oknum perawat tersebut bekerja di lingkungan dinas kesehatan maka pihaknya akan memanggil oknum yang bersangkutan.

"Namun kalau oknum itu bekerja di RSUD itu wewenang pimpinan RSUD untuk menjelaskan masalah ini. Tapi jika benar yang bersangkutan tidak memiliki SIKP dan SIPP, itu masuk dalam kategori malpraktik dan jelas ada sanksi," katanya. (red)

Baca Lainnya

close