Terusik Dikonfirmasi Dana PIP, Oknum Kepala SD Diduga Intimadasi Narasumber

Y, oknum kepala sekolah ketika dikonfirmasi

INDRALAYA, Kabar28.com,- Pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) diduga banyak kejanggalan.

Salah satu narasumber mengungkap ketidakberesan tersebut, seperti buku tabungan yang dipegang pihak sekolah. Pengambilan dana ke bank penyalur yang dilakukan secara kolektif, serta dugaan pungutan setiap kali pencairan dana.

Terkait hal ini, sejumlah awak media melakukan konfirmasi kepada oknum Kepala SD tersebut, di Aula Pertemuan Korwil Dikbud Kecamatan Tanjung Batu, Rabu (2/6/2021).

Ketika dikonfirmasi, Y, oknum Kepala SD tersebut membantah semua dugaan kejanggalan itu. Menurutnya, dana PIP di sekolahnya sudah disalurkan kepada peserta didik. 

"Pencairan dana PIP di sekolah kami dilakukan secara kolektif, tentunya berdasarkan rekomendasi kepala sekolah untuk mencairkan dana itu, tapi kami tidak pernah memegang buku tabungan dan melakukan pemotongan dana," katanya.

Namun anehnya, setelah dikonfirmasi oknum kepala sekolah tersebut memanggil narasumber ke rumahnya, dan diduga telah mengintimidasi narasumber.

Karena, setelah itu awak media ditelepon oleh oknum kepala sekolah dan yang berbicara dalam telepon tersebut wali murid yang bersangkutan.

Dalam percakapan itu, wali murid memberikan keterangan berbeda dari percakapan ditelepon beberapa hari sebelumnya.

Parahnya lagi, oknum kepala sekolah tersebut melaporkan narasumber dan awak media ke Polsek Tanjung Batu, dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Menanggapi hal ini, M. Zen, perwakilan sejumlah awak media dan LSM di Ogan Ilir menduga adanya korupsi berjamaah dan pelanggaran dalam pencairan dana PIP tersebut.

"Kami mendapat banyak laporan adanya kejanggalan dalam pengelolaan dan PIP ini. Selain itu, pencairan dana PIP ini harus dilakukan oleh peserta didik penerima yang didampingi orang tua. Ini malahan dicairkan secara kolektif oleh pihak sekolah, jelas ini pelanggaran," jelasnya.

Terkait hal itu, dirinya akan melaporkan pelanggaran tersebut kepada Bupati Ogan Ilir, Polres dan Kejari Ogan Ilir untuk menindaklanjuti dugaan korupsi berjamaah tersebut.

"Saya minta pihak terkait untuk menindaklanjuti masalah ini, dan saya minta kepada Bupati Ogan Ilir untuk memecat oknum kepala sekolah tersebut dari jabatannya," tandasnya.

Terkait adanya laporan ke pihak kepolisian, dirinya mempersilahkan oknum kepala sekolah untuk melakukan langkah apapun termasuk menempuh jalur hukum, bila perlu langsung ke Polda Sumsel atau ke Mabes Polri.

"Silahkan mau lapor polisi, itu hak ibu Y untuk melindungi diri. Namun yang pasti, jika awak media dan LSM berani mengangkat sebuah berita pasti sudah memegang data," tandasnya.

Bahkan, M. Zen akan melaporkan balik oknum kepala sekolah tersebut dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Karena salah satu tim investigasinya sudah dibentak-bentak dan ditekan via telepon pasca konfirmasi.

"Bila perlu jika ada oknum wartawan yang terkesan melindungi ibu Y akan kami laporkan juga, apalagi sampai mengatakan jika berita mencuat, media yang memberitakan tersebut bisa disomasi. Saya rasa jika ada oknum wartawan yang seperti itu, suruh belajar lagi tentang jurnalistik dan pelajari dulu seluk beluk media, jangan asal bunyi," terangnya.

Ditegaskan M. Zen, wartawan adalah orang profesional. Selain punya media, wartawan juga harus paham kode etik, bisa menulis berita dan mempunyai komunikasi yang baik.

"Kalau menulis berita saja tidak bisa, apalagi cuma copypaste apakah layak disebut wartawan? Kalau cuma mengantongi ID Card tapi tidak bisa menulis berita, itu bukan wartawan," pungkasnya. (app)

Baca Lainnya

close