HD Minta Jajaran Hapus Komoditas Pangan Impor

PALEMBANG, Kabar28.com,- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) mengikuti secara virtual Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang dibuka langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo di Sumsel Command Center, Senin (11/1/2021)

Pada Kesempatan itu, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa Rakernas ini diselenggarakan dengan tema "Memperkuat Peran Sektor Pertanian Dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi ditengah Pandemi Covid-19", dihadiri oleh 1300 peserta baik online maupun offline.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian memiliki Program utama yang menindaklanjuti arahan Presiden RI, Ir. Joko Widodo yaitu mewujudkan ketahanan pangan peningkatkan nilai tambah dan ekspor dengan meningkatkan produktifitas.

Selain itu, Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada sambutannya menyampaikan bahwa ditengah kondisi Pandemi Covid-19 yang sedang dihadapi, sektor pertanian makin menempati posisi yang makin central.

Terkait dengan peringatan yang disampaikan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) bahwa akan terjadinya krisis pangan, Jokowi menegaskan jajarannya untuk berhati - hati akan hal tersebut.

"Kita mengetahui bahwa penduduk Indonesia sekarang berjumlah 270 juta lebih, oleh sebab itu pengelolaan tentang pangan dan pembagunan pertanian harus betul - betul kita seriusi, terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian impor", ungkap Jokowi.

Komoditas Impor tersebut diantaranya kedelai, jagung, gula, bawang putih dan beras yang harus segera diselesaikan dengan menciptakan design yang benar - benar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

Maka dari itu Jokowi menegaskan bahwa Food Estate yang akan dibangun di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah harus dapat diselesaikan ditahun 2021 ini.

"Pilot project ini harus kita selesaikan, Jika ini sudah kita dapatkan rancangan terbaiknya maka ini dapat diterapkan didaerah lain dengan skala yang luas, agar memberikan efek kepada para petani dengan jumlah produktifitas yang banyak akan membuat petani kita dapat bersaing mengalahkan harga jual barang impor," katanya.

Menutup sambutannya, Jokowi meminta kepada jajarannya untuk mencari lahan yang cocok untuk menanam bawang, jagung, kedelai dengan skala yang luas agar permasalahan ini cepat terselesaikan.

Menanggapi hal tersebut, setelah mengikuti acara HD langsung memberikan arahan kepada dinas terkait untuk dapat bekerja sama secara maksimal agar dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan Presiden untuk menghilangkan komoditas impor yang selama ini dilakukan.

"Kita juga harus melakukan kerja sama diberbagai sektor yang berkaitan dengan pertanian, hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan dan saya minta evaluasinya harus dilakukan setiap hari dengan tujuan agar meningkatan kualitas dan produktifitas pertanian di Sumsel," pungkasnya. (ril)

Baca Lainnya

close