Vihara Bhakti Dharma Yana Diresmikan

PALEMBANG, Kabar28.com,- Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI, Caliadi hadiri kegiatan peresmian Vihara Bhakti Dharma Yana yang berada di Jalan Veteran Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur III Palembang yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, kemarin.

Dikatakan Caliadi, pihaknya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan Vihara atas peresmian ini.

“Pokok dalam membangun sebuah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah membangun kerukunan, itu adalah kata kuncinya. Dengan adanya kerukunan, maka stabilitas pembangunan akan berlangsung,” ujarnya.

Menurut dia, jika dilihat kondisi gedung cukup refresentatif, nyaman untuk beribadat.

Dia berharap Ketua Yayasan agar tetap berkoordinasi dengan lingkungan setempat guna pemenuhan sarana prasarana (sapras) dan fasilitas pendukung lainnya.

“Tujuannya tidak lain agar dilingkungan ibadat menjadi tertib, aman, nyaman, dan tenteram,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru menambahkan rumah ibadat ini tidak hanya dibangun dari sisi keindahan fisiknya saja, tapi indah dalam pemanfaatannya.

Artinya kecuali digunakan untuk ritual keagamaan, juga dimanfaatkan untuk aktifitas sosial untuk agama ini. Mungkin bagi remaja-remaja, dan anak-anak untuk dapat belajar kitab, atau sebagainya.

“Jangan menjadikan arena ini menjadi yang ekslusive, sehingga tidak menerima orang lain untuk bersahabat. Jadi harus ada tri kerukunan beragama, baik dalam antar umat seagama, antar umat beragama, antar umat beragama dengan pemerintah, dan ini harus selaras,” katanya.

Dia juga meminta kepada seluruh jajaran pemerintah harus mempedomani ini. Pemerintah sendiri harus aktif didalam pembinaan kerukunan umat beragama.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Umat Buddha yang telah berkontribusi juga didalam menciptakan Sumsel tetap sebagai provinsi Zero konflik,” jelasnya.

Ketua Yayasan Vihara Bhakti Dharma Yana Syamsuddin Hasim menambahkan mengingat area gedung ini relatif sempit, mungkin nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengaturan kendaraan agar tak terjadi kemacetan.

“Selama Covid-19, kita sesuaikan untuk kapasitasnya, maksimum hingga 50 persen. Para jemaat wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes),” tuturnya. (ant)

Baca Lainnya

close