Pasien RSD Wisma Atlet Melarikan Diri

Ilustrasi

JAKARTA, Kabar28.com,- Seorang pasien corona melarikan diri dari Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran. Pasien tersebut telah dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test.

Koordinator operasional RSD Wisma Atlet, Kolonel CKM Stevanus Doni menyatakan, pasien atas nama Suyanto bukan melarikan diri, namun meminta untuk melakukan isolasi mandiri.

Doni menyebut, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi bagi pasien yang ingin mengajukan permohonan isolasi mandiri.

"Bagi pasien yang akan minta untuk isolasi mandiri dengan kondisi masih dalam perawatan di RSD Wisma Atlet harus memenuhi kriteria di antaranya administrasi persetujuan dari dokter yang menangani atau DPJP nya( dokter penanggung jawab pasien)," kata Doni, Minggu (26/7).

"Tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk dilakukan edukasi dan tim surveilans guna dilakukan penelusuran melalui Dinkes tempat domisili pasien untuk mendapatkan surat dari RT RW tentang kesediaan warga setempat menerima kembali pasien dalam lingkungan tempat tinggal," tambahnya.

Dalam kasus ini, Doni mengatakan, Suyanto sudah mengkonfirmasi hal itu ke bagian perawatan dan sedang diproses tentang administrasinya. Namun, karena tak tahu dan tidak sabar pasien itu lebih awal meninggalkan RSD Wisma Atlet sebelum proses itu selesai.

"Karena ketidaktahuan pasien sehingga mereka tidak sabar menunggu proses administrasinya sehingga mereka meninggalkan rumah sakit. Aturan untuk keluar pasien dari RSD Wisma Atlet sudah ditentukan yaitu pada pukul 10.00 dan pukul 17.00 setiap harinya. Setelah diadakan pengecekan," kata dia.

Suyanto kemudian diketahui meninggalkan RSD Wisma Atlet ke kediamannya di Apartemen Mitra Oasis, Kecamatan Senen Jakarta pusat. Dia sedang mengajukan permohonan ke Ketua RW untuk minta dilakukan isolasi di rumah sakit Gading Pluit.

"Bila pasien yang minta untuk dirujuk ke rumah sakit selain RSD Wisma Atlet sebenarnya mudah nanti akan diberikan surat rujukan rumah sakit yang dituju," jelasnya. (kumparan)

Baca Lainnya

close