Siswi SMP di Surabaya Olah Kulit Telur jadi Pasta Gigi

Kesehatan,berita, Kabar28.com,-

SURABAYA - Elza Wahyu Ramadhani, siswi SMP ini berhasil mengolah kulit telur menjadi pasti gigi. Produk buatan Elza ini bernama Pagi Dulur (Pasta Gigi dari Kulit Telur).

Seperti diketahui, kulit telur mengandung kalsium dan mineral lain seperti strontium, fluorida, magnesium, selenium, dan protein yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

"Didekat rumah saya kan banyak orang jualan martabak. Nah kulit telurnya itu sering dibuang gitu aja di TPS dan kadang berserakan, terus menimbulkan bau. Dari situ saya berinisiatif untuk mengolah kulit telur ini jadi sesuatu yang bermanfaat. Nah pas saya cari refrensi, kepikiran buat bikin pasta gigi," ucap Elza, Minggu (21/6/2020).

Terkait cara pengolahan telur, Elza menjelaskan, pertama kulit telur yang telah ia kumpulkan dari pedagang martabak dibersihkan dan di cuci hingga bersih.

Selanjutnya kulit telur yang telah dibersihkan, dikeringkan dan direbus sekitar 20 menit untuk menghilangkan bau amis pada telur.

Setelah itu, kulit telur dihaluskan dengan cara ditumbuk. "Kalau kulit telurnya sudah halus, tinggal dicampur dengan bahan lain. Untuk takarannya bubuk kulit telur 1 sendok, gula halus 1 sendok, soda kue sepucuk sendok makan, gliserol, dan perasa papermint. Nah takaran ini untuk pasta gigi 30 gram, dan bisa awet hingga 2 bulan," jelas siswi kelas VIII SMPN 61 Surabaya ini.

Untuk pasta gigi ukuran 30 gram tersebut, Elza menjualnya dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp 3 ribu saja per botolnya. Bahkan Elza mengungkapkan, selain di Surabaya, produk pasta gigi olahannya telah terjual hingga di kota lain seperti Gresik dan Yogjakarta.

"Jadi saya mempromosikannya lewat media sosial, nah dari situ ternyata ada yang melirik. Alhamdulillah sejak pertama saya bikin sudah ada 67 produk yang terjual," ungkapnya.

Selain memanfaatkan kulit telur untuk bahan pasta gigi, Elza juga menggunakan kulit telur sebagai pupuk dan media tanam.

"Untuk pupuk kulit telurnya dihaluskan terus dicampur tanah. Kalau untuk media tanam saya coba buat menanam kacang hijau, cabai, bawang putih dan merah. Terus untuk pembibitan pepaya dan sawi, ternyata berhasil semua," tambahnya.

Ke depan, peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2020 ini akan terus mengembangkan proyeknya agar dapat melestarikam lingkungan dan bermanfaat untuk masyarakat.

"Untuk pasta giginya saya akan tambah variasi lemon. Karena sekarang sudah ada dua variasi, papermint dan green tea. Saya juga berharap proyek saya ini bisa dikenal orang dan bermanfaat untuk yang lainnya. Terutama dapat melestarikan bumi," pungkasnya.

sumber: kumparan.com

Baca Lainnya

close