IEA: Perlunya Investasi Hulu untuk Penuhi Permintaan Minyak Dunia 2020

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Houston, Kabar28.com,-  Jika investasi dilakukan di sektor hulu industri minyak dan gas, produksi minyak setelah 2020 tidak akan dapat memenuhi permintaan. Hal tersebut diungkapkan  Ketua Badan Energi Internasional (IEA).

Fatih Birol, direktur eksekutif IEA, mengatakan pada sebuah pertemuan media di CERAWeek yang digelar oleh IHS Markit, bahwa produksi yang menurun di ladang-ladang yang ada berjumlah sekitar tiga juta barel per hari, atau "dengan kata lain, satu (produksi) Laut Utara setiap tahunnya."

"IEA selama enam tahun telah mencoba untuk menyoroti penurunan di ladang-ladang yang ada. Tahun ini kami telah melihat lebih dari 10.000 ladang, ladang per ladang, sejak tahun 2000 ... untuk melihat tingkat penurunan produksi yang diamati," kata Birol.

Dirinya menambahkan, kita kehilangan tiga juta barel per hari karena penurunan ladang-ladang yang menua." Menurut Birol, pertumbuhan produksi tidak hanya diperlukan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan minyak, namun sekaligus mengganti penurunan di ladang-ladang yang menua.

Investasi ke industri minyak belum pulih dari penurunan belanja modal tak terduga dua tahun pada 2015-2016, namun prospek energi terbaru IEA melihat peningkatan belanja di sektor hulu di luar Amerika Serikat pada 2017 dan 2018.

Birol mengatakan bahwa prospek energi IEA menunjukkan bahwa belanja modal turun 25 persen dari 2014 ke 2015 dan kemudian 26 persen dari 2015 ke 2016. Belanja modal pada 2016 ke 2017 datar setelah mencatat kenaikan 50 persen dalam belanja modal untuk minyak serpih AS sebagian besar diimbangi oleh penurunan investasi di tempat lain.

Hanya kenaikan moderat dalam belanja modal diperkirakan tahun ini sebagai pergeseran menuju siklus jangka pendek proyek-proyek, terutama percepatan minyak serpih AS.

Itu bukan untuk mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tidak membelanjakan modal lebih banyak untuk proyek baru. Peningkatan belanja tetap diperkirakan untuk Exxon, yang menghabiskan USD23,1 miliar pada 2017 dibandingkan dengan proyeksi USD24 miliar.

Hal yang sama juga berlaku untuk Statoil, yang mempertahankan proyeksi belanja modal senilai USD11 miliar, sementara menghabiskan USD9,4 miliar tahun lalu. ConocoPhillips dan Eni menaikkan rencana pengeluaran, sementara BP dan Chevron diperkirakan membelanjakan lebih sedikit, prospek energi IEA menyatakan.

Karena "lead time" (waktu antara inisiasi dan penyelesaian proses produksi) yang panjang dan berlanjutnya deflasi biaya, investasi pada perkembangan konvensional di luar negeri tampaknya akan menurun lagi tahun ini. Namun, ada tanda-tanda optimisme baru tentang pembelanjaan untuk jangka panjang dengan beberapa proyek lepas pantai yang disetujui tahun lalu.

Dengan investasi darat konvensional yang sebagian besar masih datar, satu-satunya sumber pertumbuhan berasal dari LTO dimana investasi diperkirakan akan meningkat sekitar 20 persen, IEA menyatakan.

Pada 1983, Cambridge Energy Research Associates (CERA) didirikan di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Setiap tahun, para klien CERA berkumpul selama beberapa hari di Houston, pusat energi untuk menghadiri konferensi eksekutif di mana mereka memperoleh wawasan tentang masa depan energi saat berkumpul dengan rekan-rekan mereka. Seiring waktu, program ini diperluas menjadi lima hari sesi informatif dan kesempatan berjejaring - dan diberi nama CERAWeek.

CERAWEek tahun ini dimulai pada Senin (5/3) di Houston, Texas, Amerika Serikat. Konferensi energi tahunan ini menampilkan presentasi dan diskusi oleh industri-industri energi dan pemimpin pemerintah. Tema untuk acara tahun ini adalah "Tipping Point: Strategies for a New Energy Future." IHS Markit adalah pemimpin dunia dalam informasi, analisis dan solusi penting untuk industri-industri dan pasar-pasar utama yang mendorong ekonomi-ekonomi di seluruh dunia.

Sumber : okezone.com 

Baca Lainnya

close